Tag

, , , , ,

image

Maka para sahabat menjawab, “Ya Rasulullah kami akan mengembalikan kalungnya dan kita akan membebaskan tebusan atas tawanan kita ini.”

Coba kita lihat, beliau adalah Rasulullah. Beliau adalah pemimpin mereka, beliau adalah ketua mereka. Tetapi Rasulullah Saw meminta izin kepada mereka karena agungnya akhlaq yang beliau miliki kepada Allah Swt.

Rasulullah Saw pun kembali menuju rumah menemui Sayyidatuna Fatimah dan Ummu Kulstum. Tidak dapat dipungkiri di wajah Rasulullah Saw tersimpan sesuatu yang dipendam atas apa-apa yang telah disaksikan, menyimpan suatu tanda tanya, maka mereka bertanya atas apa yang telah terjadi.

Beliau pun menceritakan bahwa beliau telah melihat sebuah kalung milik Sayyidatuna Khadijah, yang dikirim oleh Sayyidatuna Zainab untuk menebus suaminya.
Maka mereka bertiga duduk dalam suatu perbincangan yang mengenang masa lalu di Makkah yang penuh keindahan dan perjuangan bersama istri tercinta, kenangan di waktu menggendong Sayyidatuna Fatimah, dan ketika merawatnya dan ketika Sayyidatuna Khadijah mengantarkan makanan ketika beliau berada di goa.

(bersambung)

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud

Iklan