Tag

, , , , ,

image

Rasulullah Saw pun memberikan pesan-pesan sebelum menuju ke kota Tha’if dengan sebuah harapan agar Allah memjadikan orang-orang disana sebagai penolongnya . Sayyidatuna Fatimah pun menaruh harapan yang besar agar ayahnya mendapat pengikut yang bisa membantunya dalam menyebarkan agama ini. Karena sudah bertahun-tahun dalam keadaan yang sangat memprihatikan ini.

Akan tetapi, semua sudah menjadi taqdir Allah Swt. Keadaan pun tidak seperti yang diharapkan. Semua penduduk Tha’if menolak ajakan Rasulullah Saw. Bukan hanya itu, bahkan mereka menertawakan, mencaci juga melempari Rasulullah Saw di sepanjang jalan. Maka kembalilah Rasulullah Saw menuju Makkah, sedangkan sekujur tubuh beliau dipenuhi darah.

Dalam keadaan sedih beliau kembali ke Makkah. Sesampainya di Makkah beliau pun dilarang masuk, sedangkan Makkah adalah kota yang suci, kota kelahiran beliau, kota tempat beliau dibesarkan. Akan tetapi, Rasulullah Saw tidak dapat memasukinya kecuali melalui jaminan Mut’im bin Adi. Maka Nabi pun masuk Makkah dalam keadaan yang sangat memilukan ini.

Kemudian, munculah suatu pendapat dari beberapa wanita agar Nabi menikah,maka Nabi meminang Saudah binti Zum’ah. Setelah beberapa waktu kemudian beliau meminang Aisyah binti Abu Bakar.

Saudah adalah wanita yang lanjut usia seolah-olah Nabi hanya ingin merawat anak-anak beliau karena umur Saudah diatas 50 tahun, sedangkan Aisyah waktu itu masih kecil maka dipinang oleh Rasulullah dan Nabi tidak berkumpul dengan Aisyah kecuali setelah hijrah ke Madinah.

Bersambung

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud