Tag

, , , , ,

image

Kepergian istri dan paman beliau Saw menjadikan cobaan yang beliau terima begitu berat, segala macam ujian dan cobaan terus bertubi-tubi dan silih berganti menimpa Rasulullah Saw.

Seluruh orang kafir Quraisy menjadi gembira dan senang menyakiti Rasulullah Saw. Mulai dari budak-budak, orang dewasa, anak-anak kecil maupun besar, laki-laki juga perempuan. Mereka semua menjadikan Rasulullah Saw sebagai tempat cacian dan ejekan. Mereka tetap keras kepala tidak menerima ajakan Nabi Saw.

Rasulullah Saw tetap sabar dan terus berusaha, berusaha dan berusaha. Menghampiri setiap tempat-tempat keramaian. Ke sana dan ke sini, menuju ke perbatasan untuk menghadang setiap orang yang menuju ke Makkah. Tapi mereka tetap keras kepala dan terus menyakiti Rasulullah Saw.

Melihat hal ini, Rasulullah Saw mengalihkan tujuan untuk menuju kota Tha’if. Beliau bergegas dan kedua putri beliau Fathimah dan Ummu Kultsum mengantarkan sang ayah untuk melepas kepergiannya.

(bersambung)

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud