Tag

, , , , ,

image

Kemudian Nabi Saw berkata, “Wahai Khadijah sesungguhnya Allah Swt telah memberimu kabar gembira dengan sebuah rumah yang sangat megah disurga, yang tidak terdapat di dalamnya kesusahan ataupun kesulitan sedikitpun.”

Bercampurlah rasa gembira dan sedih meliputi dua gadis yang cantik ini (Fatimah dan Ummu Kultsum) sebuah rasa yang aneh dan menakjubkan. Di saat mereka berdua dalam keadaan yang menggembirakan dan menyenangkan atas kedudukan yang didapatkan oleh ibunya, kedudukan yang tidak dicapai seorangpun (mendapat salam dari Allah Swt), bersamaan dengan adanya rasa gembira ini, goresan rasa pedih dan rasa sakit yang sangat mendalam bercampur atas perpisahan yang sangat berat bagi mereka. Akan tetapi ini semua adalah takdir dari Allah Swt.

Maka meninggallah Sayyidatuna Khadijah di pangkuan Rasulullah Saw. Dan dinamakan tahun ini dengan tahun kesedihan (‘Aamul Huzn).

Rasulullah Saw kehilangan pamannya yang selalu menjadi penolongnya dan kehilangan istri tercinta yang selalu menjadi penghibur hati dan meringankan beban Rasulullah Saw.

(bersambung)

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud