Tag

, , , , ,

image

Kemudian Rasulullah Saw duduk di dekat Sayyidatuna Khadijah, dengan perlahan meletakkan kepala Sayyidatuna Khadijah di pangkuannya, sedangkan di samping kamar Sayyidatuna Fatimah menangis melihat semua ini dan Ummu Kultsum berusaha meredakan tangisan adiknya (Fatimah) yang masih kecil.

Sayyidatuna Fatimah menangis karena perpisahan dengan Sayyidatuna Khadijah bukanlah hal yang remeh. Jika seorang putri yang masih kecil ketika ditinggal ibunya bersedih sekali atau duakali.
Akan tetapi perpisahan dengan Sayyidatuna Khadijah bukanlah perpisahan dengan seorang ibu yang biasa, karena ini adalah kepergian seorang:
-Wanita muslimat yang pertama
-Wanita yang menjadi pelindung Islam
-Wanita yang sangat dicintai Rasulullah saw.

Ketika Sayyidatuna Khadijah berada di pangkuan Rasulullah Saw, datang sebuah kabar gembira. Rasulullah Saw berkata, “Wahai Khadijah, sesungguhnya jibril datang menyampaikan salam dari Allah atasmu.”
Sayyidatuna Khadijah menjawab, “Allahussalam Waminhussalam wa’alaikassalam Wailahi yaudussalam wa’ala Jibril salam.”

(bersambung)

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud