Tag

, , , , ,

image

Satu sama lain ingin membantu mengemban risalah kenabian, Rasulullah Saw sangat sabar menghadapi apa yang terjadi. Hari dan malam berlalu. Semua orang tertidur, semua mata tertutup. Terdengar teriakan, “Aaaahk, Aaaahk”.

Dari banyak segi diiringi isak tangis bayi karena sangat lapar. Hal ini disebabkan hari-hari yang mereka lalui di tengah panasnya gurun, bahkan tidak secuil rotipun masuk ke perut mereka.

Begitu juga keadaan Fatimah dan Ummu Kultsum, sedang Ruqayyah bersama suaminya dalam rantauan di negeri Habasyah. Tubuh Fatimah tampak sangat kurus bahkan seolah-olah kulit perutnya menempel dengan tulang punggungnya karena sangat lapar. Namun, Fatimah dengan sekuat tenaga menahan apa yang terjadi demi tegaknya agama Islam. Di satu sisi Sayyidatuna Khadijah jatuh sakit dan terbaring di tempat tidurnya. Sehingga memberikan bekas yang sangat menyakitkan bagi Fatimah dan Ummu Kultsum.

(bersambung)

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud