Tag

, , , , ,

image

Ketika umur Sayyidatuna Fatimah 10 tahun, datang perintah untuk hijrah ke negeri Habasyah. Karena keadaan muslimin di Makkah sangat memprihatinkan atas gangguan-gangguan orang Quraisy.

Di satu sisi, Rasulullah Saw telah menikahkan putrinya Ruqayyah dengan Sayyiduna Utsman, Sayyiduna Utsman adalah orang pertama yang hijrah dalam islam ke negeri Habasyah berserta istrinya Ruqayyah.
Nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya Utsman adalah orang yang pertama kali hijrah dengan keluarganya setelah Luth As.” Ruqayyah mendapatkan kedudukan yang mulia ini (sebagai orang yang pertama hijrah dalam Islam).

Kita lihat bagaimana Nabi Saw meneguhkan keluarganya. Yang mana keluarga beliau selalu terdepan dalam ujian dan cobaan, selalu terdepan dalam perkara-perkata yang sulit. Putri beliau adalah wanita yang pertama kali hijrah (menempuh perjalanan yang penuh kesulitan di tengah terik matahari dan melewati gurun pasir yang penuh rintangan). Kalau kita cermati, kita temukan dalam sejarah Islam keluarga beliaulah yang pertama kali mengorbankan diri mereka demi Allah Swt dan agama ini.

Sayyiduna Utsman dan Ruqayyah kembali dari Habasyah saat turunnya wahyu ‘Surat An-Najm’ dan mengira bahwa orang Quraisy telah masuk Islam.

Sayyidatuna Fatimah gembira setelah lama berpisah dengan seorang kakak tercinta. Sayyidatuna Fatimah menyambut dengan gembira dan berpelukan. Kemudian mereka kembali untuk kedua kalinya ke Habasyah setelah terbukti bahwa kabar keislaman Quraisy adalah dusta.

Masih tetap rumah atau keluarga yang mulia ini dalam keadaan seperti ini. Yang ini pergi, yang ini datang. Yang ini menikah, yang ini diceraikan.
Cobaan demi cobaan silih berganti, akan tetapi Rasulullah Saw laksana gunung yang kekar tidak bergerak sedikitpun, pantang menyerah dan selalu sabar. Di mana tidak berlalu waktu atau hari melainkan dikorbankan demi agama ini.

(bersambung)

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud