Tag

, , , , ,

image

Maka Utsbah dan Utaibah menceraikan Ruqayyah dan Ummu Kulsum. Di tengah panasnya terik matahari kedua putri Nabi Saw tersebut berjalan meninggalkan rumah suaminya. Perempuan yang masih muda dan cantik kembali ke rumah ayahnya dengan hati yang penuh luka dan kesedihan.

Bayangkan, bagaimana keadaan seorang anak perempuan yang baru saja melaksanakan pernikahan, dan merasakan manisnya kasih sayang dan kegembiraan harus merasakan pedihnya dan pahitnya perceraian?
Apa salah mereka?
Apa dosa mereka?
Mereka tidak melakukan kesalahan sedikitpun!
Mereka tidak melakukan dosa apapun!
Akan tetapi karena keras kepala, kebencian dan kebodohan. Kembalilah Ruqayyah dan Ummu Kultsum dengan hati penuh kekecewaan.

Fatimah menyambut kakak-kakaknya dengan aliran air mata. Bayangkan, apa yang terlintas di benak Fatimah?
Mereka pergi dengan kegembiraan di malam pengantin, dan kembali dengan penuh kesedihan dan kekecewaan. Fatimah dan kedua kakaknya duduk di kamar saling menangis dan berbagi rasa.

Sedangkan Zainab telah menikah dengan Abul Ash bin Robi’. Orang-orang kafir Quraisy terus menekan dan memaksa Abul Ash agar menceraikan putri Muhammad Saw yaitu Zainab. Akan tetapi Abul Ash tidak menghiraukan perkataan Quraisy karena Abul Ash sangat mencintai Zainab, dan Zainab pun sangat mencintainya.

(bersambung)

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud