Tag

, , , , ,

image

Dengan cepat Sayyidatuna Fatimah berlari menuju Ka’bah dan memeluk ayahnya, sedang wajah Sayyidatuna Fatimah pucat dengan penuh rasa cemas.

Nabi Saw bertanya, “Apa yang telah terjadi wahai anakku?”.
Sayyidatuna Fatimah menjawab, “Wahai ayahku mereka merencanakan sesuatu dan akan membunuhmu. Aku takut terjadi sesuatu atasmu.”
Maka Nabi Saw berkata, “Tenanglah wahai anakku sesungguhnya Allah selalu menjaga ayahmu.”
Nabi Saw berkata, “Berdirilah bersamaku.”

Maka Sayyidatuna Fatimah berdiri bersama ayahnya, keluar dari Ka’bah dengan hati yang teguh. Sedangkan orang Quraisy bersiap-siap menghadang Nabi Saw. Nabi menghadap mereka dengan berdoa dan lewat di depan mereka dengan penuh haibah.

Orang-orang Quraisy terdiam seribu bahasa dan hanya melihat Nabi Saw melintas di depan mereka. Hati dan pikiran Sayyidatuna Fatimah tenang, Sayyidatuna Fatimah yakin bahwa ayahnya dalam lindungan dan penjagaan Allah Swt. Dan Allah Swt tidak menyerahkan ayahnya pada orang-orang kafir kecuali atas musibah yang mengangkat ayahnya ke martabat dan derajat yang tinggi.

(bersambung)

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud