Tag

, , , , ,

image

Sayyidatuna Fathimah pulang dalam keadaan menangis dan penuh kesedihan dalam hatinya. Anak sekecil itu menyaksikan ayahnya dianiaya oleh orang-orang Quraisy. Di mana seharusnya mereka berbuat baik, karena ayahnya adalah orang yang terkenal pemurah, jujur, yang selalu diperbincangkan kejujuranya. Dialah orang yang menyelesaikan pertikaian Quraisy dalam meletakkan Hajar Aswad,dan menyelamatkan Quraisy dari perpecahan, permusuhan, dan pembunuhan.

Tapi, sekarang apa balasan mereka?
Apa kehendak mereka?
Apa yang mereka mau sehingga berbuat seperti ini?
Nabi Saw tidak pernah bergaul kecuali dengan mahabbah.

Sayyidatuna Fatimah mengemban derita yang mendalam di masa pertumbuhannya. Di masa kecil yang seharusnya tidak mengenal kecuali kasih sayang, kelembutan, dan kegembiraan. Akan tetapi Sayyidatuna Fatimah hidup dengan penderitaan ini dan mulai merasakan kesedihan atas ayahnya Saw.

Maka kembali Nabi Saw ke rumahnya duduk didampingi Sayyidatuna Fatimah, yang hanya bisa membisu dan menatap wajah ayahnya atas apa yang telah menimpa ayahnya.

(bersambung)

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud