Tag

, , , , ,

image

Tidak diragukan lagi khitab yang ditujukan ayahnya semakin membuat semangat dan menggerakkan Sayyidatuna Fathimah serta memberi kekuatan yang luar biasa dalam hatinya. Seakan-akan Nabi memberikan amanat yang besar dan mengkhususkan dengan perintahnya.

Di masa kecilnya, Sayyidatuna Fathimah selalu ikut di belakang ayahnya kemana beliau pergi. Mengikuti ayahnya ketika berjalan di jalan-jalan Makkah, karena kaum Quraisy sering menyakiti Nabi Saw. Bahkan mengirim pengintai untuk mengintai Nabi Saw, dan ini membuat Fathimah khawatir dengan keadaan ayahnya. Sayyidatuna Fathimah telah menyaksikan dengan matanya sendiri kekerasan yang tidak pantas anak sekecil itu untuk melihatnya.

Para ulama’ berkata bahwa Fathimah tumbuh dengan pertumbuhan yang bagus. Mempersiapkan anak cucu yang ada di rahimnya, dan menumbuhkan sifat keimanan yang kuat. Karena di masa sekecil itu Fathimah banyak menghadapi cobaan yang berat, maka terbentuklah dalam diri Fathimah kepribadian yang kuat dan mandiri, yang mana dengannya memberikan kesiapan atas dirinya untuk mendidik anak-anaknya kelak.

(Bersambung)

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud