Tag

, , , , ,

image

Di gelapnya zaman jahiliyah yang menjadikan wanita bagaikan binatang dan budak hawa nafsu, Rasulullah saw dikaruniai anak perempuan yang mana akan menjadi “Qiblat” dan “Mahkota” para wanita.

“Siapa saja wanita yang tidak berqiblatkan Fathimah dan bermahkotakan Fathimah, maka apa yang terjadi di zaman jahiliyah akan terulang. Wanita akan hina dan jadikan budak hawa nafsu.”

Bergembiralah Nabi Saw dan berkata kepada Sayyidatuna Khadijah: “Sesungguhnya dia adalah anak yang cantik laksana angin sepoi-sepoi yang indah dan penuh barokah.”

Kemudian Nabi Saw menggendongnya dan menciumnya maka semakin tampaklah kegembiraan Sayyidatuna Khadijah karena Fathimah adalah manusia paling mirip dengan ayahnya. Kemiripan tersebut sebagai penyebab Sayyidatuna Fathimah mendapatkan cinta yang lebih dan perhatian khusus.

Rumah tempat dilahirkannya Sayyidatuna Fathimah adalah rumah yang diliputi kemuliaan dan kehormatan yang berasaskan budi pekerti dan ahklaq yang luhur. Di tempat yang subur dan penuh cahaya tumbuhlah bunga mawar yang elok dan menawan, yang menjadi harapan setiap wanita.

(bersambung)

Sumber:
http://anaknyaabi.wordpress.com
• fb: Habib Abdul Qodir Ba’abud