Tag

, , ,

Karomah adalah perkara di luar kebiasaan yang Allah jadikan melalui seorang wali Allah sebagai bantuan, dukungan & peneguhan baginya atau sebagai pertolongan kepada agama.
Karomah Auliya’ itu haq dan ada secara pasti, tidak ada jalan untuk mengingkarinya sama sekali, sebab Al Quran dan As Sunnah menyebutkan hal tersebut bahkan di dalamnya diceritakan banyak tentang karomah itu.
Di antara karomah yang ditetapkan oleh al-Quran yang terjadi pada umat terdahulu adalah kisah ashabul kahfi yang hidup di antara kaum musyrikin sementara mereka beriman kepada Allah, mereka khawatir tidak mampu mempertahankan keimanannya maka mereka meninggalkan negeri mereka berhijrah kepada Allah. Allah menyediakan sebuah goa di gunung, mulut goa ini di utara maka matahari tidak masuk kepada mereka sehingga merusak tubuh mereka dan mereka pun tetap memperolehnya, apabila ia terbit ia condong dari gua mereka ke sebelah kanan dan apabila ia terbenam maka ia menjauhi mereka ke sebelah kiri sementara mereka di tempat yang luas di goa itu.
Mereka tinggal di goa tersebut dalam keadaan tidur selama tiga ratus sembilan tahun. Allah membolak-balik mereka ke kanan dan ke kiri di musim panas dan dingin. Panas tidak mengganggu mereka, dingin tidak menyulitkan mereka. Mereka tidak lapar, tidak haus, dan tidak bosan tidur. Ini jelas karomah, mereka dalam keadaan demikian sampai Allah membangkitkan mereka sementara kesyirikan telah lenyap dari negeri mereka, maka mereka pun selamat darinya. (Di sebutkan dalam Al Quran surat Al Kahfi)

di antara karomah yang ada di dalam al-Quran adalah kisah Maryam ibu Nabi Isa as, Allah memberinya karomah di mana Allah memberinya isyarah agar dia menuju ke pohon kurma pada saat menjelang melahirkan. Allah memerintahkannya agar menggoyang batang pohon kurma tersebut maka dia pun mendapat kurma-kurma yang ranum. (Surat Maryam ayat 22-25)

Dengan adanya ayat-ayat Al Quran yang menceritakan karomah Auliya’ tersebut maka tampaklah secara nyata & jelas bahwa ada karomah auliya’. Al Imam Fakhruddin Ar Razi panjang lebar membahasnya dalam tafsir beliau.

Adapun dalam sunnah (hadits Rasulullah) diantaranya adalah kisah tiga orang dari Bani Israil yang terjebak di dalam goa oleh sebuah batu besar, mereka berdoa kepada Allah dengan bertawasul kepadaNya dengan amal-amal shalih mereka, akhirnya Allah menggeser batu & mereka berhasil keluar dengan selamat. (HR. Bukhari, Ahmad & Ibnu Hibban)

Di antaranya kisah Juraij yang dituduh menghamili seorang wanita pelacur, pada saat anak itu lahir, Juraij menusuk perutnya sambil berkata, “Wahai bocah, siapa bapakmu?” Maka bocah itu menjawab, “Fulan, si gembala.” (HR. Muslim)

Di antaranya adalah kisah anak muda Ashabul Ukhdud yang bisa menyembuhkan orang buta dengan izin Allah, bisa selamat ketika hendak dilemparkan dari puncak gunung, bisa selamat ketika hendak diceburkan ke laut dengan izin Allah, namun dia mati dengan sebuah anak panah dari Raja yang melepaskannya dengan menyebut nama Allah. Yang pada akhirnya menyebabkan banyak orang lain beriman kepada Allah berkat dia. (HR. Muslim)

Adapun dari kenyataan maka diriwayatkan bahwa Shilah bin Asyyam, kudanya mati lalu Allah menghidupkannya sehingga Shilah bisa pulang dengannya sampai rumah. Begitu sampai di rumah dia berkata kepada anaknya, “Ambil pelananya karena ia adalah pinjaman.” Ketika pelananya diambil kuda tersebut mati lagi.

Dalam sejarah disebutkan bahwa Saad bin Abu Waqqash menyeberangi sungai Dajlah dengan pasukan berkudanya layaknya mereka berjalan di daratan.
Dari Tsabit al-Bunani berkata, petugas kebun Anas datang, dia berkata, “Tanahmu kehausan.” Maka Anas memakai bajunya lalu dia keluar ke tanah lapang, kemudian dia shalat & berdoa, tiba-tiba sebuah awan bergerak ke arah kebunnya, disana awan itu menumpahkan air nya sehingga selokan-selokannya penuh, hal itu terjadi di musim kemarau, lalu Anas mengutus sebagian keluarganya, dia berkata, “Lihatlah sampai di mana hujan itu?” Ternyata hujan tersebut tidak melebihi kebunnya kecuali sedikit.

Dan masih banyak lagi kisah-kisah shahih tentang karomah auliya’. Maka Ahlus Sunnah wal Jamaah membenarkan & mempercayai karomah para wali. Pendapat Ahlus Sunnah Wal Jamaah ini berseberangan dengan pendapat Mu’tazilah & para pengikutnya dimana mereka mengingkari karomah. Mereka berkata, “Kalau kita menetapkan karomah maka tidak bisa dibedakan antara tukang sihir dengan wali, wali dengan Nabi karena masing-masing hadir dengan perkara di luar kebiasaan.”

Kita katakan, tidak mungkin, karena karomah terjadi pada wali & wali tidak mungkin mengaku menjadi nabi, kalau dia mengaku nabi maka ia bukan wali. Perkara luar biasa milik nabi terjadi pada nabi, sementara tipu muslihat & sihir terjadi pada orang yang jauh dari Allah, ia melakukannya dengan bantuan setan maka dia mendapatkannya dengan usahanya, berbeda dengan karomah yang datang dari Allah, wali tidak mencari dengan usahanya.

Sumber: Mutiara Ahlu Bait Dari Tanah Haram, biografi Sayyid Muhammad Al Maliki.