Tag

, , , ,

Selain sering mengisi
taklim di berbagai
daerah pinggiran
Jakarta, shohibul
Fadhilah As-sayyid
Al-Habib M Rafiq
bin Luqman al-Kaff
Gathmyr juga
dikenal sebagai
pemimpin Majelis
Taklim Al Yusrain
yang jamaahnya
rata-rata banyak
diikuti oleh anak-anak
muda. Tahun ini,
majlisnya menggelar
100 hari berturut-
turut memperingati
Maulid Rasulullah SAW
dengan berkeliling dari
kampung ke
kampung
Beliau Lahir di
Palembang, 23
September 1974,
beliau anak dari Al-
Habib Luqman bin
Abdullah Al-Kaff
Gathmyr dan
Syarifah Faridah
binti Hod Al-
Kaff,beliau adalah
anak sulung dari lima
bersaudara,adik
beliau adalah
2. Al-Habib Ahmad
Kazim Al-Kaff( aktif
dikepengurusan Majlis
Al-Yusrain cempaka
putih Jak-pus dan
jabar)
3. As-Syarifah
Khadijah Al-Kaff,
(alumni Ponpes Darus
Surur dan Ponpes Al-
fakhriyah)
4. Al-Habib Abdullah
Fikri Al-Kaff (alumni
Ponpes Darussurur)
5. Al-Habib Ali Ridho
Al-Kaff (alumni Darul
Mushtofa-Solo,Hafidz
Quran 15 juz)
Al-Hamdulillah semua
saudara beliau ini
semuanya aktif
dalam dunia Majlis
Ta’lim
sejak kecil ia selalu
berada di lingkungan
yang taat beragama.
“Sejak kecil saya
sering diajak ke
berbagai majelis
taklim di Palembang
oleh sang ayahanda,
“Habib Lukman Al-
Kaff Gathmyr.” Dari
situ saya mendapat
banyak manfaat,
antara lain berkah
dari beberapa habaib
yang masyhur,”
kenang beliau.
kakek Habib M Rafiq,
yakni Habib Abdullah
Al-Kaff Gatmyr
adalah seorang
pejuang
kemerdekaan RI yang
mempunyai
kedekatan khusus
dengan Presiden RI 1
yakni Soekarno. Habib
Abdullah Al-Kaff
pernah menjadi
anggota DPR-GR dan
DPRS/MPRS dari
fraksi Generasi
Pertama Nahdlatul
Ulama. Sang kakek,
wafat pada tahun
1974 dan
dimakamkan di
Bandung.
Pengalaman masa
kecil beliaulah juga
yang mendorongnya
selalu memperdalam
ilmu agama. “Ketika
masih kecil, saya
pernah dititipkan ke
Madrasah Ibtidaiyah
Adabiyah, Palembang.
Di Palembang, sehari-
hari saya tekun
belajar agama.
Pengalaman yang
sungguh
mengesankan,” ujar
beliau
Lepas dari Madrasah
Ibtidaiyah, ia
kemudian
melanjutkan ke
Ponpes Ar-Riyadh,
Palembang.sampai
tahun 1990-an. Ia
kemudian
melanjutkan kembali
pendidikan pesantren
ke Pondok Pesantren
di Jawa Barat, namun
tidak berlangsung
lama. Beliau kemudian
belajar pada Habib
Umar bin Ahmad bin
Syahab belajar tahun
1991 sampai 1997
sampai beliau
meninggal. Pelajaran
thariqah dan
tasawuf banyak
ditimba dari habib
yang disepuhkan di
Palembang itu. ”Beliau
adalah salah seorang
wali yang arif dan
wara’ di kota ini. Cara
mengajarnya
mengesankan . Habib
Umar bin Ahmad
Syahab mengajar
Habib rafiq lazimnya
jalan kasyaf, yakni
dengan tidak pernah
membuka kitab di
depannya, dan itu
berlangsung selama
tujuh tahun.”
Banyak pengalaman
berkesan ditimba
oleh Belaiu terhadap
gurunya itu,
menurutnya Habib
Umar adalah seorang
ahlu kasyaf jalli
( kasyaf yang
berderajat mutlak ) .
Ia sempat khalwat di
tangan Habib Umar
selama beberapa
tahun ala adab
tariqah alawiyah dan
adabnya yang benar.
”Diantara orang-
orang mukasyifin,
hanya beberapa
orang saja yang
mencapai maqam
seperti itu. Dan Habib
Umar adalah salah
satunya. Setiap
gerakan hati saya
selalu terpantau,
beliau tahu setiap
lintasan hati saya “
Pesan dari Habib
Umar kepada beliau
yang masih terkesan
sampai sekarang
yakni ‘menjadi lelaki
yang sejati’. ”Beliau
menyangka itu
adalah kata mutiara.
Cuma setelah diteliti,
itu istilah jadilah ahli
suluk sejati.”
Dakwah keliling
sudah dimulai dari
umur 7 tahun, pernah
salah satu
pengalaman beliau ia
bersama Habib Umar
bin Abdul Aziz dan
Habib Novel bin
Abdullah Al-Kaff ke
daerah Telang, Musi
Banyuasin(Muba),
Sungsang dan
daerah-daerah
terpencil di sekitar
Palembang. Pada
1990-an mulai aktif
mengajar di sekolah
malam , Baitul Ulum
dan saat itu juga
pernah menjadi
penyiar Radio. Selama
menempuh
pendidikan di
pesantren Ar-Riyadh,
ia sebenarnya
tertarik ke dunia
Kaligrafi, kebetulan ia
memang senang
melukis sketsa tinta
Cina dan pensil.
Kebetulan ia belajar
Kaligrafi dengan
seorang guru lulusan
dari Darul Ulum,
Mekkah yakni Ustadz
Abdul Karim (dari
Lampung), bahkan
sempat menjadi
kaligrafer profesional.
Selama menempuh
pendidikan di
Madrasah, ia sudah
banyak prestasi
mulai juara Kaligrafi
se-Provinsi Sumatera
Selatan, ceramah
tingkat kecamatan.
Tahun 1991 beliau ke
Jakarta dan
melakukan iktikaf di
masjid Darus
Sa’adah, Cempaka
Putih sampai
setengah tahun
lamanya dan tinggal
di menara masjid
sambil berkhalwat.
Baru pada tahun 1992
mendirikan Majelis
Taklim Al-Yusrain dan
mengajar di sekitar
daerah Galur, Senin,
Jakarta Pusat.”
Alyusrain ialah nama
kapal dan menjadi
nama kampong
dipalembang dan
konon kampung ini
ialah kampung
tempat
berkumpulnya para
wali , seper
dijelaskan oleh Al
Imam Alhabib Alwi
Al-Yusrain didalam
kitab beliau “
Syamsuz zhohiroh “ ,
beliau termasyhur di
hadromut dan wali
besar di zamanya .
Habib rafiq mengajar
kitab fiqh Safinatul
Najah dan Adab
Sulukil Murid karya
Imam Abdullah bin
Alwi Al-Hadad. Perlu
diketahui bahwa
Majlis Ta’lim Al-
Yusrain adalah cikal
bakal majlis habib
muda yang pertama
kali dijakarta sebelum
majlis nurul
musthofa , majlis
rasulullah dan majlis
lainya .
Beliau sempat pulang
ke Palembang karena
ibundanya sakit.
Majelisnya di Jakarta
kemudian dipegang
oleh Adiknya Habib
Ahmad Kazim.
Selama di Palembang
ia juga merintis 40
hari peringatan Maulid
berkeliling kampung
berpindah-pindah
tempat.
(gambar Hb.Rafiq
Alkaff waktu masih
berusia 10th)
Saat ini beliau telah
menulis 5 buku
manakib, diantaranya
yakni Manakib Kiswah
Habaib Palembang,
Manakib Al Faqih Al
Muqadam, Manakib
Syekh Alwi Al Ghuyur,
Manakib Habib
Abdurrahman
Assegaf dan Syekh
Muhammad bin Ali
Mauladawileh,
Manakib Habib
Abdullah Alaydrus
dan Manakib Syekh
Abu Bakar bin Salim.
”Saya rasa ada
kepentingan sejarah,
karena diantara
kalangan habaib dan
para pencintanya
perlu untuk
mengenali mereka ini
dan orang-orang yang
belum mengenal.
Alhamdulilah, buku-
buku itu sudah
beredar ke Malaysia
dan sedang
dialihbahasakan
dalam bahasa
Inggris.” Selain dalam
lima buku, ia juga
sedang
menyelesaikan novel
tasawuf dan buku-
buku sejarah
(manakib). Buku-buku
manaqib inipun adalah
yang pertama
diterjemahkan dalam
bahasa Indonesia .
(dinukil dari
wawancara sdr.Aji
setiawan-bulletin Al-
Kisah)

Sumber: http://www.majlistaklimal-yusrain.blogspot.com