Tag

, , ,

Sumber: Obat Hati 1, Ringkasan Ihya ‘Ulumiddin, Saduran Ceramah Habib Umar bin Hafidz.

Umat manusia kelak di Akhirat terbagi menjadi beberapa kelompok. Perbedaan tingkat dan derajat mereka dalam kebahagiaan dan penderitaan tidak terbatas jumlahnya, sebagaimana perbedaan mereka dalam kebahagiaan dan penderitaan di dunia. Sebab yang Maha Mengatur alam mulki dan malakut adalah satu Tuhan yang sama, yaitu Allah yang tiada sekutu bagi-Nya.

Allah Ta’ala mewahyukan yang artinya:

“Perhatikanlah bagaimana kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih Tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.” (Al-Isra’: 21)

Di akhirat kelak seluruh umat manusia terbagi ke dalam empat kelompok:

1. Orang-orang yang celaka.
2. Orang-orang yang di siksa.
3. Orang-orang yang selamat.
4. Orang-orang yang beruntung.

Kami akan memberikan sebuah perumpamaan yang menjelaskan bagaimana bentuk pembagian tingkat dan derajat manusia di Akhirat. Di dunia ini, apabila seorang raja berkuasa di suatu wilayah, maka di antara rakyatnya ada yang di bunuh, ada yang sekedar di siksa, ada yang di bebaskan begitu saja dan ada pula yang di beri berbagai macam hadiah dan kedudukan yang baik di sisinya. Orang-orang yang di bunuh adalah perumpamaan bagi mereka yang celaka. Orang-orang yang di siksa adalah perumpamaan bagi mereka yang di siksa. Orang-orang yang di bebaskan begitu saja adalah perumpamaan bagi mereka yang selamat. Sedangkan orang-orang yang di anugerahi tanda jasa dan berbagai macam hadiah adalah perumpamaan bagi mereka yang beruntung.

Jika sang raja bijaksana, tentu ia tidak akan memperlakukan mereka seperti tersebut di atas begitu saja tanpa alasan. Ia tidak akan melakukan pembunuhan kecuali kepada mereka yang membangkang dan memberontak kepadanya. Barang siapa berbuat demikian, maka raja akan membunuhnya. Begitu pula orang-orang yang binasa di Akhirat adalah orang-orang kafir yang menentang dan membangkang kepada Allah Yang Maha Raja. Mereka akan tinggal kekal di neraka. Merekalah orang-orang binasa, orang-orang yang celaka.

Kemudian sang raja juga tidak akan menyiksa, kecuali mereka lalai dalam menjalankan tugasnya, meskipun mereka tetap mengakui dan memuliakan kedudukannya sebagai raja. Mereka tidak mentaati peraturan yang berlaku, maka raja pun menyiksa mereka sesuai tingkat
kesalahannya. Hukuman yang mereka terima tidak sama karena kesalahan mereka juga berbeda-beda. Jika demikian di dunia, lalu bagaimana di Akhirat, ketika semua manusia berhadapan dengan Allah Yang Maha Raja?

Selanjutnya, raja juga tidak akan memberikan kebebasan kecuali kepada orang yang mengakui kedudukannya sebagai raja dan tidak pula lalai dalam menjalankan tugasnya. Orang ini selamat dari siksa, akan tetapi dia tidak mendapat anugerah dan hadiah dari sang raja.

Raja juga tidak akan memberikan penghargaan kecuali kepada orang yang setia sepanjang hidupnya melayani dan membelanya. Dan penghargaan yang di berikan kepada orang-orang yang beruntung tersebut juga
berbeda-beda sesuai tingkat pengabdiannya kepada sang raja.

Kemudian, tindakan memusnahkan orang-orang yang celaka mungkin di lakukan dengan memancung leher mereka atau menyiksanya sesuai dengan tingkat pembangkangannya. Raja memiliki cara sendiri untuk
melangsungkan hukuman mati tersebut. Demikian pula dalam menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang pantas menerimanya, ringan, berat, lama dan jenis hukuman itu sesuai dengan tingkat kelalaian mereka. Jadi ada orang yang celaka, ada yang harus mengalami siksaan selama beberapa waktu, ada yang selamat dan menempati rumah kedamaian dan adapula yang beruntung. Kemudian orang-orang yang beruntung terbagi pula dalam beberapa kelompok yang masing-masing akan menempati Surga ‘Adn, Surga Ma’wa atau Surga Firdaus. Demikian pula halnya orang-orang yang di siksa, di antara mereka ada yang menjalani siksaan sebentar, ada pula yang menjalani siksaan selama seribu tahun dan ada pula yang selama tujuh ribu tahun, dan itulah kelompok terakhir yang akan keluar dari neraka sebagaimana terdapat keterangannya di dalam hadits. Demikian pula orang-orang yang celaka (binasa), orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah, berbeda-beda pula tingkatan mereka, sesuai dengan perbedaan ketaatan dan kemaksiatan masing-masing.