Tag

, , ,

Arti hawa nafsu adalah kecondongan diri pada kejelekan dan memuaskan keinginannya yang buruk, para ulama’ telah bersepakat bahwa
kebahagiaan tidak bakal di dapat kecuali dengan cara menahan hawa nafsu dan menolak keinginannya.

Allah berfirman yang artinya:
“Dan ia menjaga hawa nafsunya maka kembalinya adalah surga.” (Qs. An Nazi’aat : 40-41).

Di sebutkan dalam hadits sabda Nabi SAW:
“Kalian telah tiba dari jihad yang kecil menuju jihad yang lebih besar, mereka bartanya: “Apakah jihad yang lebih besar itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Melawan hawa nafsu.”

Dalam hadits yang lain Nabi SAW bersabda:
“Seorang mujahid (pejuang) adalah yang melawan hawa nafsunya, dan seorang yang berhijrah adalah yang meninggalkan kejelekan.”

Jadi, melawan hawa nafsu merupakan perkara wajib yang pada intinya menahan keinginan dan amarah di bawah ketentuan syariat yang dipahami oleh pikiran yang terang.

Berapa banyak orang yang mengekang segala keinginannya, ada juga yang mengekang sebagian, inilah yang terbanyak, bahkan ada yang
meninggalkan pengekangan keinginannya secara keseluruhan, inilah yang paling banyak.

Inilah yang diisyaratkan dalam firman Allah yang artinya:
“Apakah engkau lihat seorang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesaat atas sepengetahuan-Nya dan Allah menutup rapat pada pendengarannya dan pada hatinya, dan Allah menjadikan pada pandangannya ada penutup selain Allah? Apakah kalian tidak berfikir?” (Qs. Al Jatsiyah : 23).

Sumber: Syarah Al-‘Ainiyah (Wasiat para Wali & Shalihin), hal: 110.