Tag

, ,

Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alawy Al-Haddad berkata:Dan dari sebagian(ciri-ciri)ulama’ pajangan(yang suka berhias dhohirnya saja)adalah orang yang suka menyibukkan diri dengan ilmu-ilmu yang dapat menghasilkan(keduniaan),bukan ilmu-ilmu yang mengajak kepada Allah dan kepada jalanNya,ilmu-ilmu yang memperingatkan untuk selalu ingat kepada Allah,kepada hari-hariNya,kepada nikmat-nikmatNya,kepada janji dan ancamanNya.
Ulama’ pajangan tersebut menganggap dirinya seorang yang alim dan menganggap orang lain yang bukan seperti dirinya sebagai orang yang bodoh.Yang demikian itu terjadi seperti orang-orang yang keilmuannya berorientasi mendalam kepada ilmu kalam(filsafat)dan tejebak di dalamnya,dan seperti(yang keilmuannya berorientasi)kepada masalah-masalah ‘njelimet’ yang jarang terjadi di dalam fiqih dan fatwa-fatwa yang ada di seputar itu,dan seperti(yang keilmuannya berorientasi)hanya cukup kepada ilmu-ilmu bahasa dan kasusastraan.
Maka ilmu-ilmu seperti itulah dan semisalnya bukanlah merupakan ilmu-ilmu yang mengajak kepada Allah dan kepada jalanNya.Tidak juga mengajak untuk takut kepada(saat)bertemu dengan Allah,janji dan ancamanNya.Tidak juga mengajak untuk melaksanakan perintahNya dan melanggar laranganNya.Walaupun ilmu-ilmu yang demikian itu di kategorikan sebagai ilmu secara keseluruhan,akan tetapi ilmu-ilmu tersebut bukanlah ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi kalangan khusus ataupun umum,dan tidak mengajak kepada kebutuhan manusia terhadap agama dan akhirat mereka.Sebagaimana di katakan,”Ilmu itu banyak,akan tetapi tidaklah semuanya bermanfaat.”
Ilmu-ilmu itu bagaikan makanan dan obat.Sebagian ilmu-ilmu itu dapat bermanfaat dan penting untuk kebutuhan setiap orang dan adakalanya hanya untuk kebutuhan sebagian orang saja.Sebagian lagi dari ilmu-ilmu itu berbahaya bagi sebagian orang ataupun semua orang.

Sumber: http://www.madinatulilmi.com