Tag

,

kebahagiaan dan
Kesejukan Rahmat
Nya semoga selalu
menaungi hari hari
anda,
Saudaraku yg
kumuliakan,sungguh
cinta makhluk
kesemuanya akan
fana, manusia
hanyalah seonggok
tulang, daging, darah,
yg terbungkus kulit
dan diisi ruh oleh Allah
swt dan perasaan,
maka sungguh jika
kita ditinggal atau
dikecewakan
seonggok tulang,
daging, darah dan
kulit ini, jangan
sampai kita
terguncang, karena
sungguh barangkali
dibelakang itu semua
terdapat hikmah yg
luhur,
memang iman itu naik
dan turun, dan jika
sedang saat menurun
dan risau, ingatlah
mati..,
ketika tangan tangan
para kekasih
mengusung kita dan
menurunkan tubuh
kita kedalam lahad
dengan airmata
kesedihan, tahukah
keadaan kita?,
seluruh tali pengikat
kafan dibuka, lalu
wajah dibuka dari
kafan..
tubuh ditaruh dalam
posisi miring
menghadap ke kanan
yaitu kiblat, lalu
punggung kita
diganjal batu bata
agar tubuh tidak
terlentang lagi, yaitu
tetap miring
menghadap kiblat,
dan wajah kita
ditempelkan ke
dinding kubur, agar
terus wajah kita
mencium tanah
dinding kubur yg
lembab itu….
lalu kayu kayu papan
ditaruhkan diatas
tubuh kita
bersandarkan dinding
kubur, menutup
seluruh tubuh kita
agar tanah tidak
langsung menimpa
tubuh, lalu tanah
mulai ditumpahkan
diatas tubuh kita..
setelah itu kita sendiri
disana…, dalam
kesempitan dan
kegelapan.., panas..
gelap..
sendiri.. bukan
sebulan atau dua
bulan, tapi bisa
ratusan tahun atau
ribuan tahun sendiri..
tak bisa curhat…, tak
bisa berhubungan dg
siapapun.., tak bisa
bergerak kemana
mana…, tak ada
pemandangan, tak
ada warna, yg ada
hanya kegelapan dan
kegelapan..,
menunggu dan
menunggu.. ribuan
tahun.. sendiri..
yg ditunggu adalah
sidang akbar
pertanggungan
jawab.. harap harap
cemas diselingi putus
asa dan penyesalan..
itulah yg terus
menghantui kita
kelak..
ketika mengingat ini
maka leburlah segala
kekerasan hati, iapun
mencair, dan jiwa
terpanggil untuk sujud
sambil menangis,
mengadu pada Allah
jika ingat akan hal itu
karena hanya Dialah
yg melihat keadaan
kita saat itu..
hanya Dialah yg ada
saat itu.. untuk inilah
kita mendekat pada
Nya.. agar Dia swt tak
melupakan kita saat
itu dan mengasihani
kita yg telah terbujur
kaku didalam tanah
lembab ribuan tahun..
cinta Nya abadi.., dan
cinta selain Nya swt
adalah fana..
Allah swt itu sangat
Indah, dan akan
semakin indah terasa,
dengan hubungan
batin kita yg semakin
banyak meninggalkan
larangannya dan
mematuhinya, Dia swt
akan mengalirkan
cinta kepada hati
hamba Nya sehingga
hamba Nya mulai
tergila gila pada Nya
swt,
nah.. inilah sorga
terindah sebelum
mereka mengenal
sorga, dan kelak
mereka melihat
keindahan Allah, dan
Allah jadikan tempat
tinggal mereka di
sorga, dan sungguh
jika disuruh memilih
untuk tinggal di
neraka namun boleh
melihat keindahan
Allah maka semua
mereka akan
meninggalkan sorga
dan masuk keneraka,
sebagaimana
diriwayatkan ketika
seorang hamba yg
terakhir keluar dari
neraka setelah
mungkin ratusan ribu
tahun dihancur
leburkan di api
neraka, setelah jutaan
kali tubuhnya
dihidupkan kembali
dan disiksa, lalu ia
dihadapkan pada
Allah.., ia melihat
Allah.., lalu Allah
bertanya padanya,
hambaku, berapa
lama kau di api
neraka?, hamba itu
berkata : “aku tak
pernah merasakan
siksa neraka..”.
kenapa?, hilang
seluruh kepedihan
neraka karena
melihat keindahan
Allah swt…,
nah.., namun Allah
menempatkan hamba
hamba yg rindu pada
Nya adalah di sorga,
merekapun mau
masuk sorga karena
diperintah
Allah,mereka meminta
sorga karena tahu
sorga adalah tempat
terdekat pada Allah,
mereka
mendambakan sorga
karena itu tempat
prang yg dicintai
Allah,mereka
mengharap sorga
karena di sorga lah
mereka akan sering
berjumpa dan melihat
Allah..
semoga Allah swt
menggantikan segala
musibah itu dg
anugerah, wahai Allah
sungguh firman Mu
adalah sumpah Mu yg
Kau sampaikan pada
kami, bahwa :
SUNGGUH BERSAMA
KESULITAN ADALAH
KEMUDAHAN, DAN
SUNGGUH BERSAMA
KESULITAN AKAN
DATANG KEMUDAHAN
(Al Insyirah 6-7)
maka Demi sumpah
Mu itu Wahai Allah
segerakanlah
bergantinya musibah
mereka dg
kemudahan dan
anugerah, amiin.
Demikian saudaraku
yg kumuliakan,
semoga dalam
kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg
segala cita cita,
Wallahu a’lam