Tag

, , ,

Lanjutan jawaban Habibana..

namun bukan saya
tdk pernah
menegurnya,saya
menegur dg lembut atau dg tegas,namun teguran tegas mungkin bisa dibilang tak pernah
terjadi dalam
setahun.

Saya lebih cenderung
membiarkan jika ia
salah namun tidak
terlibat dosa pada
Allah,tapi salah pada
saya,lebih baik saya
maafkan,jika
berulang ulang maka
saya tegur dg
lembut,jika terjebak
pada hal yg mungkar,dosa,misalnya mencaci atau mengumpat orang lain,maka saya
tegur dg lembut atau saya tinggalkan
ke toilet tanpa mau
mendengarkan
kekesalannya atau gunjingannya pd orng lain,itu sudah isyarat baginya bahwa saya tak suka dg pembicaraan itu,jika
ia masih meneruskannya
maka bisa saja saya
diam tak
menanggapinya atau jika sudah berlebihan maka saya potong dg nasihat,maafkan
saja,itu keinginan
Allah swt untuk
menghapus dosa
kita,menggunjingnya
berarti mengambil
dosanya untukmu,sudah cukup dosa
kita,untuk apa
mengambil dosa
orang lain,doakan
saja,kita dapat
pahala,maafkanlah,berarti Allah swt
memaafkan banyak
dosa dosamu,carilah
pengampunan dosa
dg memaafkan
kesalahan orang.namun jika
bertentangan dg
syariah atau membahayakan dakwah,maka
teguran saya tegas dan teguran tegas
saya lebih sering
lewat sms,demi tak
terlalu menyakitinya
jika berhadapan
muka.jika berlarut larut,maka teguran tegas saya lugas
dihadapannya.

Demikian pula pada
anak anak,saya
cenderung lembut dan bercanda walau sambil menanyai
hafalannya,namun
jika berbuat salah yg
membahayakan,misalnya memaki
jamaah majelis atau ucapan yg tak beradab,saya
marah dan anak
anak sangat
menyayangi saya dan mereka tidak
mau saya marah
padanya,maka jika
wajah saya berubah
misalnya,mereka
sudah mengerti
untuk tak
melakukan lagi
perbuatannya.semua adalah anugerah Allah swt,bukan dari usaha saya.

Semoga Allah swt
melimpahkan
cahaya keimanan,ketabahan dan kesejukan pada
anda saudariku, dan cahaya keluhuran
dihati sdri hingga
selalu terjaga dari
terjebak pd dosa,amin
semoga Allah swt
meluhurkan setiap
nafas anda dg
cahaya istiqamah, dan selalu dibimbing
untuk mudah
mencapai tangga tangga keluhuran
istiqamah dan wafat dalam
keadaan istiqamah dan berkumpul dihari
kiamat bersama
ahlul istiqamah
semoga Allah swt
memperindah hari hari saudari dg
seindah indahnya dan semakin indah dan semakin indah
hingg berjumpa dg Sang Maha Indah
Demikian saudariku
yg kumuliakan,
semoga dlm
kebahagiaan selalu,semoga sukses dg
segala cita cita,
Wallahu a’lam.