<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ahbab Al Musthafa SAW</title>
	<atom:link href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com</link>
	<description>“Seseorang yang menaruh rasa cinta kepada Baginda Muhammad SAW tidaklah akan pernah merugi di dunia dan di akhirat.”[Prof. DR. Al-Habib Abdullah Bilfaqih]</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Feb 2012 07:36:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alfirqahannajiah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f128c7585bde4a08cecc76fc682df6d1?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ahbab Al Musthafa SAW</title>
		<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/osd.xml" title="Ahbab Al Musthafa SAW" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alfirqahannajiah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Empat Kelompok Manusia Di Akhirat</title>
		<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/11/16/empat-kelompok-manusia-di-akhirat-2/</link>
		<comments>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/11/16/empat-kelompok-manusia-di-akhirat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 06:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Barakwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ceramah Habib Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Umar bin Hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok manusia di Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[ringkasan Ihya 'Ulumuddin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/11/16/empat-kelompok-manusia-di-akhirat-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: Obat Hati 1, Ringkasan Ihya &#8216;Ulumiddin, Saduran Ceramah Habib Umar bin Hafidz. Umat manusia kelak di Akhirat terbagi menjadi beberapa kelompok. Perbedaan tingkat dan derajat mereka dalam kebahagiaan dan penderitaan tidak terbatas jumlahnya, sebagaimana perbedaan mereka dalam kebahagiaan dan &#8230; <a href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/11/16/empat-kelompok-manusia-di-akhirat-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=315&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://alfirqahannajiah.files.wordpress.com/2011/11/bulan.jpg?w=400&#038;h=269" alt="" title="image" width="400" height="269" /><strong>Sumber: Obat Hati 1, Ringkasan Ihya &#8216;Ulumiddin, Saduran Ceramah Habib Umar bin Hafidz.</strong></p>
<p>Umat manusia kelak di Akhirat terbagi menjadi beberapa kelompok. Perbedaan tingkat dan derajat mereka dalam kebahagiaan dan penderitaan tidak terbatas jumlahnya, sebagaimana perbedaan mereka dalam kebahagiaan dan penderitaan di dunia. Sebab yang Maha Mengatur alam mulki dan malakut adalah satu Tuhan yang sama, yaitu Allah yang tiada sekutu bagi-Nya.<span id="more-315"></span></p>
<p>Allah Ta&#8217;ala mewahyukan yang artinya:</p>
<p><strong>&#8220;Perhatikanlah bagaimana kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih Tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.&#8221; (Al-Isra&#8217;: 21)</strong></p>
<p>Di akhirat kelak seluruh umat manusia terbagi ke dalam empat kelompok:</p>
<p>1. Orang-orang yang celaka.<br />
2. Orang-orang yang di siksa.<br />
3. Orang-orang yang selamat.<br />
4. Orang-orang yang beruntung.</p>
<p>Kami akan memberikan sebuah perumpamaan yang menjelaskan bagaimana bentuk pembagian tingkat dan derajat manusia di Akhirat. Di dunia ini, apabila seorang raja berkuasa di suatu wilayah, maka di antara rakyatnya ada yang di bunuh, ada yang sekedar di siksa, ada yang di bebaskan begitu saja dan ada pula yang di beri berbagai macam hadiah dan kedudukan yang baik di sisinya. Orang-orang yang di bunuh adalah perumpamaan bagi mereka yang celaka. Orang-orang yang di siksa adalah perumpamaan bagi mereka yang di siksa. Orang-orang yang di bebaskan begitu saja adalah perumpamaan bagi mereka yang selamat. Sedangkan orang-orang yang di anugerahi tanda jasa dan berbagai macam hadiah adalah perumpamaan bagi mereka yang beruntung.</p>
<p>Jika sang raja bijaksana, tentu ia tidak akan memperlakukan mereka seperti tersebut di atas begitu saja tanpa alasan. Ia tidak akan melakukan pembunuhan kecuali kepada mereka yang membangkang dan memberontak kepadanya. Barang siapa berbuat demikian, maka raja akan membunuhnya. Begitu pula orang-orang yang binasa di Akhirat adalah orang-orang kafir yang menentang dan membangkang kepada Allah Yang Maha Raja. Mereka akan tinggal kekal di neraka. Merekalah orang-orang binasa, orang-orang yang celaka.</p>
<p>Kemudian sang raja juga tidak akan menyiksa, kecuali mereka lalai dalam menjalankan tugasnya, meskipun mereka tetap mengakui dan memuliakan kedudukannya sebagai raja. Mereka tidak mentaati peraturan yang berlaku, maka raja pun menyiksa mereka sesuai tingkat<br />
kesalahannya. Hukuman yang mereka terima tidak sama karena kesalahan mereka juga berbeda-beda. Jika demikian di dunia, lalu bagaimana di Akhirat, ketika semua manusia berhadapan dengan Allah Yang Maha Raja?</p>
<p>Selanjutnya, raja juga tidak akan memberikan kebebasan kecuali kepada orang yang mengakui kedudukannya sebagai raja dan tidak pula lalai dalam menjalankan tugasnya. Orang ini selamat dari siksa, akan tetapi dia tidak mendapat anugerah dan hadiah dari sang raja.</p>
<p>Raja juga tidak akan memberikan penghargaan kecuali kepada orang yang setia sepanjang hidupnya melayani dan membelanya. Dan penghargaan yang di berikan kepada orang-orang yang beruntung tersebut juga<br />
berbeda-beda sesuai tingkat pengabdiannya kepada sang raja.</p>
<p>Kemudian, tindakan memusnahkan orang-orang yang celaka mungkin di lakukan dengan memancung leher mereka atau menyiksanya sesuai dengan tingkat pembangkangannya. Raja memiliki cara sendiri untuk<br />
melangsungkan hukuman mati tersebut. Demikian pula dalam menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang pantas menerimanya, ringan, berat, lama dan jenis hukuman itu sesuai dengan tingkat kelalaian mereka. Jadi ada orang yang celaka, ada yang harus mengalami siksaan selama beberapa waktu, ada yang selamat dan menempati rumah kedamaian dan adapula yang beruntung. Kemudian orang-orang yang beruntung terbagi pula dalam beberapa kelompok yang masing-masing akan menempati Surga &#8216;Adn, Surga Ma&#8217;wa atau Surga Firdaus. Demikian pula halnya orang-orang yang di siksa, di antara mereka ada yang menjalani siksaan sebentar, ada pula yang menjalani siksaan selama seribu tahun dan ada pula yang selama tujuh ribu tahun, dan itulah kelompok terakhir yang akan keluar dari neraka sebagaimana terdapat keterangannya di dalam hadits. Demikian pula orang-orang yang celaka (binasa), orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah, berbeda-beda pula tingkatan mereka, sesuai dengan perbedaan ketaatan dan kemaksiatan masing-masing.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/315/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=315&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/11/16/empat-kelompok-manusia-di-akhirat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fdde0827b8fea310933595c12c05b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfirqahannajiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfirqahannajiah.files.wordpress.com/2011/11/bulan.jpg?" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keistimewaan Bulan Dzulhijjah</title>
		<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/29/keistimewaan-bulan-dzulhijjah/</link>
		<comments>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/29/keistimewaan-bulan-dzulhijjah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 00:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Barakwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[amalan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[bulan kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Keistimewaan bulan Dzulhijjah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/29/keistimewaan-bulan-dzulhijjah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ustadz Abdul Qadir bin Ahmad Mauladdawilah Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam; semoga shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan para Rasul, junjungan kita pula Nabi Muhammad SAW beserta segenap keluarga dan sahabatnya, Aamiin. &#8220;Ketahuilah bahwasanya di hari-hari &#8230; <a href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/29/keistimewaan-bulan-dzulhijjah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=307&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://alfirqahannajiah.files.wordpress.com/2011/10/dzulhijjah_e1.jpg?w=133&#038;h=100" alt="" title="dzulhijjah" width="133" height="100" /><strong>Oleh: Ustadz Abdul Qadir bin Ahmad Mauladdawilah</strong></p>
<p>Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam; semoga shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan para Rasul, junjungan kita pula Nabi Muhammad SAW beserta segenap keluarga dan sahabatnya, Aamiin.</p>
<p>&#8220;Ketahuilah bahwasanya di hari-hari tahunmu ada pemberian-pemberian dari Allah, maka hadanglah (sambutlah) pemberian-pemberian tersebut (dengan melakukan amal kebaikan).&#8221;</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala telah menganugerahkan kepada kita musim-musim yang penuh dengan rahmat agar kita bisa memperbanyak amalan-amalan saleh di dalamnya. Hal tersebut sebagai bonus bagi kita sebagai umat Nabi Muhammad yang berumur lebih muda dan lebih pendek jika di bandingkan dengan umur umat-umat sebelumnya.<span id="more-307"></span></p>
<p>Umur merupakan modal utama bagi manusia dalam menjalankan ibadah. Ketika umur telah habis maka selesai pula waktu untuk beribadah dalam rangka mengumpulkan bekal yang dipergunakan dalam perjalanan panjang yang tiada akhir yaitu kehidupan akhirat.</p>
<p>Salah satu diantara musim-musim tersebut adalah bahwa dalam satu tahun ada dua bulan (musim) yang didalam bulan tersebut amalan-amalan shaleh yang kita kerjakan lebih utama dibandingkan pada bulan-bulan lainnya, yaitu 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.</p>
<p>Ayat-ayat Al Qur&#8217;an dan Hadits-hadits Nabi SAW banyak sekali yang menjelaskan tentang keutamaan amal ibadah yanh dikerjakan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, antara lain Allah Ta&#8217;ala berfirman yang artinya:</p>
<p>&#8220;Demi fajar dam demi malam yang sepuluh.&#8221;</p>
<p>Dikatakan oleh Imam Ibnu Katsir malam sepuluh adalah 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah.</p>
<p>&#8220;Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian dari padanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.&#8221; (Al-Hajj: 28)</p>
<p>Kedua ayat diatas dengan sangat jelas menerangkan keistimewaan 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah. Dan Nabi Muhammad SAW juga telah menjelaskan dalam sabdanya yang artinya:</p>
<p>Di riwayatkan oleh imam bukhori dari Ibn Abbas RA bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Tidak ada hari yang mana amalan shaleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah SWT daripada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Lalu sahabat bertanya, walaupun jihad di sabilillah? Rasul Allah SAW menjawab, walaupun berperang di jalan Allah kecuali orang yang keluar berperang dengan (mengorbankan) dirinya dan hartanya kemudian tidak kembali sama sekali (meninggal).&#8221;</p>
<p>Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur&#8217;an maupun Hadits-Hadits Nabi SAW yang menjelaskan tentang keutamaan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para Ulama mengatakan bahwasanya paling mulianya hari dalam satu tahun adalah 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah dan paling mulianya malam dalam satu tahun adalah 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan.</p>
<p>Ulama mengatakan, &#8220;Barangsiapa memuliakan atau menghidupkan 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah dengan amalan-amalan ibadah maka Allah Ta&#8217;ala akan memberinya 10 keistimewaan, yaitu:</p>
<p>- Allah memberikan berkah pada umurnya;<br />
- Allah menambah rizqinya;<br />
- Allah menjaga diri dan keluarganya;<br />
- Allah mengampuni dosa-dosanya;<br />
- Allah melipatgandakan pahalanya;<br />
- Di mudahkan keluarnya nyawa ketika dalam keadaan sakaratul maut; &#8211; Allah menerangi kehidupannya;<br />
- Di beratkan timbangan kebajikannya;<br />
- Terselamatkan dari semua kesusahannya;<br />
- Di tinggikan derajatnya di sisi Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>Oleh karena itulah, bila kita mau menggunakan akal sehat untuk berfikir, alangkah rugi bila kita melewatkan saat-saat tersebut. Andaikan seorang pedagang pada 10 hari tersebut tokonya ramai dipenuhi pembeli, kemudian dia tidak akan menutup tokonya hingga larut malam bahkan akan menambah barang dagangannya dengan asumsi keuntungan yang besar di depan mata, padahal hal itu hanyalah keuntungan duniayang bernilai sangat kecil, bagaimana jika keuntungan yang akan di peroleh jauh amat besar yang dijanjikan oleh Dzat Yang Maha Besar, akankah kita lepaskan begitu saja?</p>
<p>Bisa kita bayangkan jika umur kita di beri keberkahan oleh Allah Ta&#8217;ala maka kehidupan kita sehari-hari akan di penuhi dengan amalan-amalan shaleh yang mempunyai nilai pahala besar, tidak berlalu satu waktu terkecuali terisi dengan proses pendekatan kepada Allah. Mata, telinga, mulut dan semua anggota tubuh kita berjalan dalam jalur ridha Allah. Semua hal tersebut karena keberkahan umur dan masih banyak lagi cerita-cerita tentang Salaf kita yang mana mereka telah mendapatkan karunia yang sangat besar yaitu barakah pada umurnya.</p>
<p>Dari mereka ada yang mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an dalam waktu satu hari 8 khataman (4 di siang hari dan 4 di malam hari). Ini hanya satu uraian keistimewaan yang di peroleh bagi siapa yang menggunakan atau memaksimalkan waktu dan musim-musimnya untuk ibadah, padahal masih terdapat sembilan keistimewaan yang lain, renungkanlah !</p>
<p>Adapun amalan-amalan shaleh yang sangat di anjurkan oleh ulama untuk kita kerjakan pada 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah sangat banyak sekali di antaranya adalah shalat, puasa terutama puasa Tarwiyah dan Arafah serta banyak dzikir kepada Allah SWT.</p>
<p>Maka marilah wahai saudara-saudaraku, kita bersama-sama dengan penuh semangat untuk mengisi waktu-waktu kita dengan amalan-amalan shaleh yang telah di contohkan oleh pendahulu kita, Kaum Shalihin, orang yang sukses dalam kehidupan dunia dan akhiratnya dengan sebab menjalani perintah-perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.</p>
<p>Sumber: Majalah Cahaya Nabawiy, No 67 Dzulhijjah 1429 H / Desember 2008 M.</p>
<p><img src="http://alfirqahannajiah.files.wordpress.com/2011/10/kakbah.jpg?w=124&#038;h=80" alt="" title="ka'bah" width="124" height="80" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/307/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=307&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/29/keistimewaan-bulan-dzulhijjah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fdde0827b8fea310933595c12c05b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfirqahannajiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfirqahannajiah.files.wordpress.com/2011/10/dzulhijjah_e1.jpg?" medium="image">
			<media:title type="html">dzulhijjah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfirqahannajiah.files.wordpress.com/2011/10/kakbah.jpg?" medium="image">
			<media:title type="html">ka&#039;bah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Kehidupan Sayyidina Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib r.a</title>
		<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/10/sekilas-tentang-kehidupan-sayyidina-hasan-bin-ali-bin-abi-thalib-r-a/</link>
		<comments>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/10/sekilas-tentang-kehidupan-sayyidina-hasan-bin-ali-bin-abi-thalib-r-a/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 06:28:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Barakwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahlul Bait]]></category>
		<category><![CDATA[Manakib]]></category>
		<category><![CDATA[cucu Rasulullah SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Hasan bin Ali bin Abi Thalib]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Hasan]]></category>
		<category><![CDATA[manaqib]]></category>
		<category><![CDATA[Sayyidina Hasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/10/sekilas-tentang-kehidupan-sayyidina-hasan-bin-ali-bin-abi-thalib-r-a/</guid>
		<description><![CDATA[Imam Hasan (th. 3-4 Hijriyah / th. 625-699 Masehi) bin &#8216;Ali Bin Abi Thalib Bin Abdul Muthalib Bin Hasyim Bin Abdu Manaf Al-Quraisy Al-Hasyimi, cucu Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam adalah anak pertama Sayyidatuna Fathimah Az-Zahra putri Rasulullah SAW. Imam &#8230; <a href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/10/sekilas-tentang-kehidupan-sayyidina-hasan-bin-ali-bin-abi-thalib-r-a/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=303&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://alfirqahannajiah.files.wordpress.com/2011/10/saw.jpg?w=111&#038;h=100" alt="" title="Rasulullah SAW" width="111" height="100" /></p>
<p>Imam Hasan (th. 3-4 Hijriyah / th. 625-699 Masehi) bin &#8216;Ali Bin Abi Thalib Bin Abdul Muthalib Bin Hasyim Bin Abdu Manaf Al-Quraisy Al-Hasyimi, cucu Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam adalah anak pertama Sayyidatuna Fathimah Az-Zahra putri Rasulullah SAW.</p>
<p>Imam Hasan dilahirkan pada pertengahan bulan Ramadhan di Madinah Al-Munawwarah tahun 3 Hijriyah. Ummu Al-Fadhl (Isteri Al-Abbas) berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, saya bermimpi seakan-akan salah satu dari anggota badanmu ada di rumahku.&#8221; Rasulullah SAW menjawab, &#8220;Kamu bermimpi sesuatu yang baik. Fathimah akan melahirkan seorang anak laki-laki, lalu kamu akan menyusuinya dengan air susu anakmu.&#8221;<span id="more-303"></span> Ali bin Abi Thalib r.a, berkata, &#8220;Ketika Hasan dilahirkan, Rasulullah SAW datang seraya bersabda, &#8220;Tunjukkan cucu saya kepadaku. Kamu namakan siapa dia?&#8221; Saya (&#8216;Ali) menjawab, &#8220;Saya menamakannya dengan Harb (ahli perang).&#8221; Rasulullah bersabda, &#8220;Tetapi sebaiknya dia bernama Hasan.&#8221; Ketika Husain lahir, kami menamainya dengan Harb, tetapi Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Dia bernama Husain.&#8221; Ketika anak ketiga lahir, Nabi SAW bertanya, &#8220;Tunjukkan cucuku kepadaku, kamu namai siapa dia?&#8221; saya menjawab, &#8220;Saya menamainya dengan Harb.&#8221; Beliau bersabda, &#8220;Dia Muhsin.&#8221; Kemudian beliau bersabda lagi, &#8220;Saya menamakan mereka seperti anak-anak Harun, Syabr, Syabit, Musybir.&#8221; Muhsin meninggal pada saat dia masih kecil.&#8221;</p>
<p>Imam Hasan adalah seorang yang pandai, mulia, wara&#8217;, tenang, dermawan, terpuji, pemurah, senang berdamai, benci fitnah dan pertumpahan darah. Sayyidina Hasan memiliki 11 orang anak, mereka adalah:<br />
1. Zaid,<br />
2. Hasan,<br />
dan ibunya bernama Khaulah bintu Manshur Al-Fazariyah,<br />
3. Al-Qasim,<br />
4. Abu Bakr,<br />
5. Abdullah,<br />
yang kelimanya terbunuh bersama pamannya Husain bin Ali di Thuff, yaitu daerah pesisir Kufah dari jalan darat yang di dalamnya terjadi pembunuhan Husain bin Ali r.a,<br />
6. &#8216;Amru,<br />
7. Abdurrahman,<br />
8. Hasan yang dijuluki dengan Al-Asyram,<br />
9. Muhammad,<br />
10. Ya&#8217;qub,<br />
11. Ismail.</p>
<p>Imam Hasan meninggal di Madinah tahun 49 Hijriyah, setelah<br />
kepemimpinan Mu&#8217;awiyah berlangsung sepuluh tahun. Beliau dimakamkan di Baqi&#8217; dan Sa&#8217;id bin Al-&#8217;Ash yang menjadi gubernur Madinah<br />
menshalatinya.</p>
<p>Imam Hasan telah diracun oleh isterinya, Ja&#8217;dah bintu Asy&#8217;ats bin Qays Al-Kindi. Hasan mengalami sakit selama 40 hari.</p>
<p>Imam Husain menghadap Imam Hasan r.a, lalu Imam Hasan berkata, &#8220;Wahai saudaraku, sesungguhnya aku diracun tiga kali.&#8221; Dan ketika menjelang wafat, Imam Hasan berkata kepada Imam Husain, saudaranya, &#8220;Wahai saudaraku, sesungguhnya ayah kita r.a, ketika Rasulullah SAW meninggal, dia sudah dekat dengan kepemimpinan dan berharap dapat memegangnya setelah beliau. Tetapi Allah menjauhkan kepemimpinan itu darinya, dan menyerahkannya kepada Abu Bakar. Ketika Abu Bakar wafat, beliau juga menginginkan khalifah itu, tetapi ternyata kekhalifahan diberikan kepada Umar. Ketika Umar meninggal, lalu diangkatlah Dewan Enam untuk bermuryawarah dan beliau menjadi salah satu anggota dewan itu. Tidak diragukan lagi bahwa mereka tidak menginginkan beliau sehingga menyerahkan kekhalifahan kepada Utrman. Ketika Utsman meninggal, beliau (&#8216;Ali) dibaiat sebagai khalifah kemudian dikudeta hingga terjadi peperangan, sehingga beliau tidak memegang jabatan itu secara mulus. Demi Allah, saya berpendapat bahwa Allah tidak mengumpulkan dalam diri kita Ahlul Bait antara kenabian dengan kekhalifahan. Saya benar-benar tidak tahu, saya mengkhawatirkanmu, orang-orang bodoh dari penduduk Kufah akan mengusirmu. Saya telah meminta kepada &#8216;Aisyah, jika saya meninggal agar diizinkan kepadaku untuk dikuburkan dirumahnya bersama Rasulullah SAW, Dia menjawab, &#8220;Ya&#8221;, jika dia berkenan kuburkanlah aku dirumahnya. Tetapi saya mengira, orang-orang akan mencegahku jika kamu ingin melakukan hal itu. Jika mereka melakukan pencegahan tersebut, maka janganlah kamu melawan mereka, tetapi kuburlah aku di Baqi&#8217; Al-Gharqad.&#8221;</p>
<p>Ketika Imam Hasan meninggal, Imam Husain mendatangi &#8216;Aisyah meminta kepadanya untuk mengubur Sayyidina Hasan di rumahnya, dan Aisyah menjawab, &#8220;Ya, dengan senang hati.&#8221; Tetapi berita itu sampai kepada Marwan. Dia berkata, &#8220;Husain dan Aisyah berdusta. Demi Allah, Hasan tidak boleh dikuburkan di sana selamanya. Mereka melarang Utsman untuk dikuburkan di rumah Aisyah, tetapi mereka akan menguburkan Hasan di sana.&#8221; Sampailah berita pertengkaran itu kepada Abu Hurairah seraya berkata, &#8220;Demi Allah, melarang Hasan dimakamkan bersama Rasulullah SAW ini adalah kezhaliman, karena dia adalah cucu Rasulullah SAW.&#8221; Lalu Abu Hurairah mendatangi Husain dan berkata, &#8220;Jika kamu takut akan terjadi peperangan maka kuburkan beliau di kuburan kaum muslimin.&#8221; Akhirnya Husain membawa Hasan ke Baqi&#8217;. Dan saat itu tidak ada dari keturunan Bani Umayyah yang menyaksikan penguburan itu selain Sa&#8217;id bin Al-Ash. Hasan dikuburkan disamping neneknya, Fathimah bintu Asad. Sedangkan usia Hasan pada meninggal itu adalah 47 tahun dan masa kekhalifahannya berlangsung enam bulan lima hari.</p>
<p>Sumber: Rasulullah SAW Mempunyai Keturunan &amp; Allah SWT Memuliakannya. hal 102-105.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=303&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/10/sekilas-tentang-kehidupan-sayyidina-hasan-bin-ali-bin-abi-thalib-r-a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fdde0827b8fea310933595c12c05b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfirqahannajiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfirqahannajiah.files.wordpress.com/2011/10/saw.jpg?" medium="image">
			<media:title type="html">Rasulullah SAW</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Didikan Ibunda al-Habib &#8216;Ali bin Muhammad al-Habsyi (Shohibul Maulid) Untuk Cinta Nabi SAW</title>
		<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/03/didikan-ibunda-al-habib-ali-bin-muhammad-al-habsyi-shohibul-maulid-untuk-cinta-nabi-saw-2/</link>
		<comments>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/03/didikan-ibunda-al-habib-ali-bin-muhammad-al-habsyi-shohibul-maulid-untuk-cinta-nabi-saw-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 07:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Barakwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahlul Bait]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Musthafa SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi]]></category>
		<category><![CDATA[ibunda habib ali bin muhammad al-habsyi]]></category>
		<category><![CDATA[maulid habsyi]]></category>
		<category><![CDATA[pengarang Simtudh dhurar]]></category>
		<category><![CDATA[shohibul maulid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/03/didikan-ibunda-al-habib-ali-bin-muhammad-al-habsyi-shohibul-maulid-untuk-cinta-nabi-saw-2/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: al-Habib &#8216;Ali Ridlo bin Luqman al-Kaff Di waktu umur Habibana &#8216;Ali bin Muhammad al-Habsyi 7 tahun, ibunda beliau memanggil beliau dan berkata, &#8220;Yaa &#8216;Ali, engkau mau dapat ridlo ku tidak di dunia dan akhirat..?&#8221; &#8220;Iya, ya ummii..&#8221; Jawab beliau. &#8230; <a href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/03/didikan-ibunda-al-habib-ali-bin-muhammad-al-habsyi-shohibul-maulid-untuk-cinta-nabi-saw-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=299&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://tariim.files.wordpress.com/2011/10/hbali.jpg?w=80&#038;h=120" alt="" title="168646 174531695915471 100000759250573 314535 6" width="80" height="120" /></p>
<p>Oleh: al-Habib &#8216;Ali Ridlo bin Luqman al-Kaff</p>
<p>Di waktu umur Habibana &#8216;Ali bin Muhammad al-Habsyi 7 tahun, ibunda beliau memanggil beliau dan berkata,<br />
&#8220;Yaa &#8216;Ali, engkau mau dapat ridlo ku tidak di dunia dan akhirat..?&#8221; &#8220;Iya, ya ummii..&#8221; Jawab beliau.<br />
&#8220;Kalau engkau mau dapat ridlo dariku, ada syaratnya..!!&#8221; Kata ibunda Habib &#8216;Ali. &#8220;Apa syaratnya, ummi..??&#8221;<br />
&#8220;Hmm.. Engkau harus bertemu dengan datukmu, Rosul Allah SAW.&#8221; Jawab ummi beliau. <span id="more-299"></span></p>
<p>Habib &#8216;Ali al-Habsyi yang masih kecil bingung. Dia tidak mengetahui bagaimana cara untuk bertemu dengan datuknya. Mulailah beliau mencari tahu dan belajar dengan guru-gurunya. Pergilah beliau ke salah satu tempat majelis Ulama, kemudian dia berkisah tentang permasalahannya untuk mendapat ridlo ibunya dengan cara seperti tadi. Lalu gurunya berkata,<br />
<strong>&#8220;Yaa &#8216;Ali, kalau engkau ingin bertemu dengan Rosul Allah SAW maka engkau harus mencintai Beliau SAW dahulu dan tak akan ada rasa cinta jika engkau tak kenal dengan yang di cinta.&#8221;</strong></p>
<p>Belajarlah beliau tentang sejarah Baginda Nabi SAW. Tidak hanya itu, setiap orang alim yang ada selalu di tanya tentang masalah ini. Walhasil, banyaklah guru beliau. Ada yang berkisah kalau guru beliau mencapai ribuan orang.</p>
<p>Nah.. seiring waktu berjalan, bertambahlah umur beliau sampai mencapai usia kurang lebih 20 tahun, beliau akhirnya bermimpi bertemu datuknya SAW. Begitu terbangun dari tidurnya, beliau langsung memberitahu ibunya.</p>
<p>&#8220;Yaa ummii&#8230; &#8216;Ali sudah bertemu Baginda Rosul Allah SAW.&#8221; Kata al-Habib &#8216;Ali sambil menangis haru. Tetapi, apa jawab ibunda beliau..!!!??<br />
&#8220;Yaa &#8216;Ali, dimana engkau bertemu Beliau?&#8221;<br />
&#8220;Di dalam mimpiku, Ummii.&#8221; Kata al-Habib &#8216;Ali.<br />
&#8220;Yaa &#8216;Ali, pergi engkau dari hadapanku. Engkau bukan anakku&#8230;!!!!&#8221;</p>
<p>Menangislah beliau&#8230; Keinginan hati untuk menyenangkan sang ibu pupus sudah.</p>
<p>Dalam kegelisahannya, beliau kembali bertanya kepada guru-gurunya, namun tak satupun dapat menjawabnya. Mengapa ibu beliau justru marah setelah mendapat laporan beliau tentang mimpinya.</p>
<p>Pada suatu malam beliau kembali bermunajah untuk dapat bertemu datuknya SAW. Larut dalam tangisan tengah malam, al-hasil tidurlah beliau. Dan al-Hamdulillah beliau kembali beremu dengan datuknya SAW.</p>
<p>&#8220;Yaa Jiddy (Kakek ku), Yaa Rosul Allah SAW.. Anakmu ini ingin menanyakan tentang perihal ummii.&#8221; Kata al-Habib &#8216;Ali kepada Rosul Allah SAW.<br />
&#8220;Duhai &#8216;Ali anakku, sampaikan salamku kepada ibumu..&#8221; Jawab Rosul Allah SAW di dalam mimpinya al-Habib &#8216;Ali.</p>
<p>Begitu bangun, beliau langsung mengetuk pintu kamar umminya sambil menangis tersedu-sedu.<br />
&#8220;Duhai Ummii, anakmu telah bertemu lagi dengan Baginda Rosul Allah SAW dan Beliau kirim salam kepada Ummii.&#8221; Kata al-Habib &#8216;Ali.<br />
Tiba-tiba dari kamar, ibunda beliau keluar dan berkata,<br />
&#8220;Yaa &#8216;Ali, kapan dan dimana engkau bertemu datukmu SAW..??&#8221; Tanya ibunda al-Habib &#8216;Ali<br />
&#8220;Aku bertemu beliau di dalam mimpiku.&#8221; Jawab al-Habib &#8216;Ali dengan tangisan yang tak putus-putus.<br />
&#8220;Pergi dari hadapanku ya &#8216;Ali&#8230;!!! Engkau bukan anakku..!!&#8221; Jawabnya. Jawaban sang ibu benar-benar meruntuhkan hati al-Habib &#8216;Ali. Kemudian pintu kamar ibunda al-Habib &#8216;Ali al-Habsyi tertutup lagi, meninggalkan beliau seorang diri.</p>
<p>Esok harinya beliau mengadu kembali kepada guru-gurunya namun tak satupun dari mereka yang dapat menenangkan hati beliau. Semakin hari kegelisahannya semakin menjadi-jadi, setiap detik setiap saat beliau terus-terusan mengadu dan bermunajah serta bertawajjuh kepada Allah dan Rosul Allah SAW. Tibalah suatu malam, beliau hanyut jauh ke dalam lautan munajah dan mahabbah yang amat sangat dahsyat kepada Nabi SAW. Kemudian beliau sujud yang sangat lama, tiba-tiba dalam keadaan sujud beliau mendengar suara yang lemah lembut,<br />
&#8220;Yaa &#8216;Ali, angkat kepalamu..!!! Datukmu ada di mata zhohirmu.&#8221; Begitu al-Habib &#8216;Ali al-Habsyi mengangkat kepalanya seraya membuka kedua pelupuk matanya perlahan-lahan, bergetarlah seluruh tubuh Habibana &#8216;Ali. Beliau menangis dan berkata,<br />
&#8220;Marhaba bikum Yaaa Jiddii, Yaa Rosul Allah..&#8221;<br />
Ternyata sosok tersebut adalah Rosul Allah SAW berada di hadapan al-Habib &#8216;Ali. Kemudian Rosul Allah SAW berkata, &#8220;Duhai anakku, sampaikan salamku kepada ummi mu dan katakan kepadanya kalau aku menunggunya di sini..!!&#8221;<br />
Seolah-olah gempa. Bergetar sekujur tubuh al-Habib &#8216;Ali al-Habsyi, beliau merangkak ke kamar ibundanya.<br />
&#8220;Yaa &#8216;Ummi, aku telah bertemu kembali dengan Rosul Allah SAW dengan mata zhohirku dan Beliau menunggu Ummi di kamar &#8216;Ali..&#8221;<br />
Ibunda beliau membuka pintu kamarnya seraya berkata, <strong>&#8220;Ini baru anakku engkau telah mendapat ridlo dari ku.&#8221;</strong></p>
<p>Masya Allah.. Inilah didikan dari seorang ibu kepada anaknya untuk mencintai Rosul Allah SAW.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=299&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/03/didikan-ibunda-al-habib-ali-bin-muhammad-al-habsyi-shohibul-maulid-untuk-cinta-nabi-saw-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fdde0827b8fea310933595c12c05b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfirqahannajiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tariim.files.wordpress.com/2011/10/hbali.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">168646 174531695915471 100000759250573 314535 6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manaqib Al-Habib Umar Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafidz Bin Syeikh Abu Bakar</title>
		<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/03/manaqib-al-habib-umar-bin-muhammad-bin-salim-bin-hafidz-bin-syeikh-abu-bakar-3/</link>
		<comments>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/03/manaqib-al-habib-umar-bin-muhammad-bin-salim-bin-hafidz-bin-syeikh-abu-bakar-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 03:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Barakwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahlul Bait]]></category>
		<category><![CDATA[Manakib]]></category>
		<category><![CDATA[ahlul bait]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Umar bin Hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[Hadhramaut]]></category>
		<category><![CDATA[manaqib]]></category>
		<category><![CDATA[Manaqib Ahlul Bait]]></category>
		<category><![CDATA[Tarim]]></category>
		<category><![CDATA[Yemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/03/manaqib-al-habib-umar-bin-muhammad-bin-salim-bin-hafidz-bin-syeikh-abu-bakar-3/</guid>
		<description><![CDATA[Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syeikh Abu Bakar, lahir di kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, pada hari Senin sebelum terbit fajar tanggal 4 Muharram 1383 H yang bertepatan dengan tanggal 27 Mei 1963 M. Habib Umar bin &#8230; <a href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/03/manaqib-al-habib-umar-bin-muhammad-bin-salim-bin-hafidz-bin-syeikh-abu-bakar-3/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=294&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://alfirqahannajiah.files.wordpress.com/2011/10/habib_umar.jpg?w=186&#038;h=279" alt="" title="Habib Umar bin Hafidz" width="186" height="279" /></p>
<p>Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syeikh Abu Bakar, lahir di kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, pada hari Senin sebelum terbit fajar tanggal 4 Muharram 1383 H yang bertepatan dengan tanggal 27 Mei 1963 M.</p>
<p>Habib Umar bin Hafidz merupakan seorang pendidik dan sekaligus ahli dakwah. Meski berasal dari tempat yang terpencil, Tarim, Hadhramaut, namun gema dakwah beliau sampai ke Mekah, Madinah, Oman, Bahrain, Yordania, beberapa negara di Afrika, India, Malaysia, Indonesia, Amerika, Inggris, Kanada dan lain-lain. Dalam sebagian kunjungan dakwahnya tersebut, CNN, BBC, stasiun TV Bahrain mengambil kesempatan untuk mewawancarainya.<span id="more-294"></span></p>
<p>Beliau menuntut berbagai disiplin ilmu dari sejumlah ulama besar di Hadhramaut, terutama ayah beliau Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz, kemudian Habib Muhammad bin Alwi bin Syihab, Habib Ahmad bin Ali bin Syekh Abu Bakar, Habib Abdullah bin Syeikh Al-Aydarus, Habib Abdullah bin Hasan Bilfaqih, Habib Umar bin Alwi Al-Kaff, Habib Ahmad bin Hasan Al-Haddad, Habib Ali Al-Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Habib Salim bin Abdullah Asy-Syatiri, Syeikh Al-Mufti Fadhl bin Abdurrahman Ba Fadhl dan Syeikh Taufiq Aman.</p>
<p>Sembari terus belajar, semenjak usia lima belas tahun beliau telah mengajar dan berdakwah. Kemudian pada permulaan bulan Shafar 1402 H yang bertepatan dengan bulan Desember 1981 M, beliau pindah ke kota Baidha&#8217;, dan menetap di Ribath Al-Haddar. Di sana beliau berguru kepada Habib Muhammad bin Abdullah Al-Haddar dan Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith. Dewasa itu beliau gencar berdakwah dan mengajar di sekitar kota Baidha&#8217;, Hudaidah dan Ta&#8217;iz. Di kota Ta&#8217;iz inilah beliau berguru kepada Al-&#8217;Allamah Al-Musnid Ibrahim bin Umar bin &#8216;Aqil.</p>
<p>Kemudian pada bulan Rajab 1402 H yang bertepatan dengan bulan April 1982 M, beliau berkunjung ke Haramain. Di sana beliau berguru kepada Habib Abdulqadir bin Ahmad Asseqqaf, Habib Ahmad Masyhur bin Thaha Al-Haddad, Habib Abu Bakar Al-Aththas bin Abdullah Al-Habsyi. Beliau juga memperoleh ijazah sanad Hadits dari Al-Musnid Syeikh Muhammad Yasin Al-Faddani dan Muhadditsul Haramain Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki serta sejumlah ulama lainnya.</p>
<p>Selanjutnya pada tahun 1413 H/1992 M, beliau pindah ke kota Syihr dam mengajar di Ribath Syihr. Beliau menetap di sana selama beberapa tahun. Satu tahun setengah sebelum ke Syihr, beliau tinggal di Oman untuk mengajar dan berdakwah di sana.</p>
<p>Setelah itu beliau kembali ke kota Tarim, dan pada tahun 1414 H/1994 M beliau mulai merintis pendirian pesantren &#8216;Darul Musthafa&#8217; yang kemudian secara resmi berdiri pada hari Selasa 29 Dzulhijjah 1417 H/6 Mei 1997 M.</p>
<p>Sumber: Obat Hati 1 (Ringkasan Ihya &#8216;Ulumuddin Saduran Ceramah Habib Umar bin Hafidz).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=294&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/10/03/manaqib-al-habib-umar-bin-muhammad-bin-salim-bin-hafidz-bin-syeikh-abu-bakar-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fdde0827b8fea310933595c12c05b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfirqahannajiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfirqahannajiah.files.wordpress.com/2011/10/habib_umar.jpg?" medium="image">
			<media:title type="html">Habib Umar bin Hafidz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manaqib Al Imam Al Faqih Muqaddam ra</title>
		<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/08/25/manaqib-al-imam-al-faqih-muqaddam-ra/</link>
		<comments>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/08/25/manaqib-al-imam-al-faqih-muqaddam-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 01:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Barakwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahlul Bait]]></category>
		<category><![CDATA[Manakib]]></category>
		<category><![CDATA[Al Faqih Muqaddam]]></category>
		<category><![CDATA[manaqib Ba'alawi]]></category>
		<category><![CDATA[manaqib Faqih Muqaddam]]></category>
		<category><![CDATA[ulama' hadhramaut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/08/25/manaqib-al-imam-al-faqih-muqaddam-ra/</guid>
		<description><![CDATA[Beliaulah Sayyidunal Imam Al Faqih Al Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbat, jadi Imam Muhammad bin Ali Shahib Mirbat merupakan sosok Imam yang menyatukan seluruh guru-guru tarikat sufi dan asal-usul para pembesar ahli hakikat dari kalangan Bani Alawy, &#8230; <a href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/08/25/manaqib-al-imam-al-faqih-muqaddam-ra/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=282&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beliaulah Sayyidunal Imam Al Faqih Al Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbat, jadi Imam Muhammad bin Ali Shahib Mirbat merupakan sosok Imam yang menyatukan seluruh guru-guru tarikat sufi dan asal-usul para pembesar ahli hakikat dari kalangan Bani Alawy, sedangkan Sayyiduna Faqih Muqaddam adalah guru dan imam bagi para guru tersebut bahkan mahaguru dan imam bagi setiap guru dan imam, inilah yang di ungkapkan oleh penyusun qosidah ini (Habib Abdullah bin Alawi Al Haddad) menyebut beliau sebagai Syeikhus Syuyukh (mahaguru).<span id="more-282"></span></p>
<p>Dan beliau adalah seorang Arif Billah yang mengenal hukum-hukum Allah dan kebesaran-kebesaran Allah, memiliki pengetahuan luas akan berbagai ilmu pengetahuan dan berbagai lautan ma&#8217;rifat yang dalam.</p>
<p>Beliaulah tokoh para ulama besar, suri tauladan bagi para arifin, guru bagi para muhaqqiqin, pembimbing para salikin, poros utama bagi para wali sufi, imam para imam umat Muhammad, pemimpin kalangan Bani Alawy, sumber daerah kewalian Rabbani, pusat kekeramatan yang luar biasa, pemilik biografi yang tinggi, diakui kesempurnaannya dalam kedudukan imam ahlu sunnah sebelum memasuki tarekat tasawuf, beliaulah Abu Abdillah Jamaluddin Muhammad bin Ali bin Al Imam Muhammad bin Ali bin Alwy bin Muhammad bin Alwy bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-&#8217;Uraidli bin Ja&#8217;far Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al Husain As Sibit bin Al Imam Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra.</p>
<p>Beliau merupakan salah satu pasak utama tarikat tasawuf dan tokoh ulama besar, Allah menampakkan pada diri beliau tanda-tanda kebesaran, mengalirkan melalui ucapannya berbagai macam hikmah dan membukakan baginya rahasia-rahasia ghaib.</p>
<p>Orang-orang yang menimba ilmu dari beliau adalah para Imam besar dari kalangan ahli fiqih, guru-guru tasawuf dan orang-orang shaleh, beliau berhasil menelurkan para imam besar dari kalangan auliya&#8217; dan asfiya&#8217; yang banyak sekali jumlahnya, disamping banyak para salikin yang menjadi murid beliau, beliau disepakati keimamannya.<br />
Seluruh imam di masanya mengakui keunggulannya dan kesempurnaan keimaman dan sifat warisan Nabawi yang agung pada diri beliau, mereka melihat pada diri beliau sifat-sifat para Khulafa&#8217; Rasyidin, tanda-tanda para Siddiqin, rahasia para Muqarrabin dan keistimewaan para ulama besar lainnya.</p>
<p>Permulaan beliau ibarat terminal akhir bagi ulama ahli tarekat yang setingkat beliau, beliau di berikan kekokohan yang sangat kuat dan kemantapan dalam kesempurnaan tauhid dan hakikat keyakinan yang belum pernah dianugerahkan kepada para wali Qutub Al Arifin dan Muqarrabin selain beliau, hal ini diakui oleh para ahli kasyaf bahwa setiap saat beliau senantiasa mabuk karena minuman cinta yang murni kepada Allah, hingga di akhir umurnya beliau mendapat berbagai anugerah yang sangat agung dan penyaksian hakikat serta anugerah rahasia Ladunni yang sangat besar, hal ini menyebabkan beliau hilang kesadaran selama &#8216;seratus malam&#8217; beliau berdiri tenggelam dalam lautan-lautan rahasia illahi, hilang dari apapun yang selain Tuhannya, senantiasa<br />
melazimi-Nya tanpa makan dan minum.</p>
<p>Di saat tidak sadarkan diri itu dikatakan pada beliau:</p>
<p>&#8220;Kullu Nafsin Dzaa-iqotul Maut.&#8221;<br />
&#8220;Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.&#8221; (Qs. Ali Imran: 185).</p>
<p>Beliau menjawab: &#8220;Aku tidak memiliki jiwa, dikatakan lagi:</p>
<p>&#8220;Kullu Man &#8216;Alayhaa Faan.&#8221;<br />
&#8220;Dan apa saja yang ada di atas bumi akan lenyap.&#8221; (Qs. Ar Rahman: 26).</p>
<p>Beliau menjawab: &#8220;Aku tidak di atasnya.&#8221;<br />
Dikatakan lagi:</p>
<p>&#8220;Kullu Syay-in Haalikun Illaa Wajhahu.&#8221;<br />
&#8220;Segala sesuatu akan binasa, kecuali Dzat Allah.&#8221; (Qs. Al Qashash: 88).</p>
<p>Beliau menjawab: &#8220;Aku besasal dari cahaya wajah-Nya.&#8221;</p>
<p>Dalam keadaan dibawah titik kesadaran itu beliau mengabarkan hal-hal ghaib yang akan terjadi di masa depan, rahasia-rahasia illahi dan ilmu-ilmu alam malakut, dalam keadaan itu beliau mengabarkan bahwa akan terjadi kebakaran besar di Baghdad dan khalifah yang berkuasa akan terbunuh, ternyata apa yang beliau kabarkan terjadi, beliau juga memberitahu tentang banjir bandang yang akan terjadi, beliau mengatakan: &#8220;Sesungguhnya lautan telah mengalami air pasang besar,&#8221; ternyata terjadilah banjir bandang di Hadhramaut yang memakan korban sekitar empat ratus jiwa dan menghancurkan beberapa kota, banjir ini disebut dengan Jahisy.&#8221;</p>
<p>Selain di Hadhramaut juga terjadi banjir bandang di Baghdad tepatnya pada bulan Jumadil Akhir tahun 654 H kala itu sungai Dajlah mengalami air pasang hingga menjebol bendungan dan pintu kota yang<br />
menghancurkan rumah menteri dan para Punggawa khalifah semuanya sekitar 330 rumah dan menelan banyak korban jiwa akibat terkena reruntuhan rumah di samping banyak korban lainnya yang tenggelam dalam kejadian itu, peristiwa ini diceritakan oleh Sayyid Al Allamah Muhammad bin Abu Bakar Syillih dalam kitab <em>Masyra&#8217; Rawi</em>, beliau telah menyebutkan bahwa Sayyidina Faqih Muqaddam menyebutkan kejadian banjir yang akan terjadi di Baghdad itu saat beliau dalam keadaan dibawah titik kesadaran itu, beliau juga mengabarkan akan terjadi kebakaran di masjid Nabawi dan ternyata di hari pertama bulan Ramadhan sekitar tahun 656 H terjadilah kebakaran di masjid itu, beliau juga memberitahukan tentang serbuan tentara Tatar dan khalifah akan terbunuh pada bulan Shafar tahun 650 H.</p>
<p>Dikarenakan dirasa terlalu lama oleh anak-anaknya masa ketidak sadaran beliau, mereka memaksa beliau untuk memakan sesuatu tetapi beliau menolak, bahkan di hari terakhir kehidupannya mereka memaksa dengan memasukkan makanan dalam perut beliau, ketika makanan itu masuk dalam perutnya mereka mendengar suara yang mengatakan: &#8220;Bila kalian merasa keberatan terhadapnya sesungguhnya kami yang akan menerimanya, bila kalian membiarkannya tidak makan pasti ia akan terus hidup.&#8221;</p>
<p>Menurut riwayat lain: &#8220;Ketika beliau merasa adanya makanan yang masuk dalam perut, beliau membuka mata dan dan bertanya: &#8220;Apa kalian merasa berat terhadapku?&#8221; Setelah itu beliau meninggal dunia, semoga Allah merahmati beliau dan merahmati kita semua berkat beliau serta tidak mengharamkan kita mendapatkan berkahnya di dunia dan akhirat, berikut orang tua, guru-guru dan kerabat kita semua, aamiin.</p>
<p>Sumber: Syarhul &#8216;Ainiyah (hal, 222-226)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=282&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/08/25/manaqib-al-imam-al-faqih-muqaddam-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fdde0827b8fea310933595c12c05b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfirqahannajiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karamah Al-Imam Al-&#8217;Allamah Al- Habib Abdullah Bin Alawi Al-Haddad.</title>
		<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/08/02/karamah-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad/</link>
		<comments>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/08/02/karamah-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 07:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Barakwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahlul Bait]]></category>
		<category><![CDATA[Manakib]]></category>
		<category><![CDATA[al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Abdullah al-Haddad]]></category>
		<category><![CDATA[Imam al-Quthub]]></category>
		<category><![CDATA[imam Haddad]]></category>
		<category><![CDATA[karamah al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad]]></category>
		<category><![CDATA[keramat]]></category>
		<category><![CDATA[manaqib]]></category>
		<category><![CDATA[Shahibur Ratib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/08/02/karamah-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad/</guid>
		<description><![CDATA[Karamah adalah suatu keistimewaan yang diberikan kepada seorang Wali Allah SWT sebagai karunia khusus baginya, sebagaimana mukjizat yang diberikan kepada seorang Nabi atau Rasul sebagai bukti kenabian dan kerasulannya. Kalau seorang Nabi atau Rasul diperintah memperkenalkan diri dan tugasnya kepada &#8230; <a href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/08/02/karamah-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=274&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karamah adalah suatu keistimewaan yang diberikan kepada seorang Wali Allah SWT sebagai karunia khusus baginya, sebagaimana mukjizat yang diberikan kepada seorang Nabi atau Rasul sebagai bukti kenabian dan kerasulannya. Kalau seorang Nabi atau Rasul diperintah memperkenalkan diri dan tugasnya kepada umatnya, dan untuk membuktikan kerasulan atau kenabiannya, maka ia dibolehkan memperlihatkan mukjizatnya, seperti ketika Nabi Allah Musa as di perintah melempar tongkatnya di depan Fir&#8217;aun, sehingga tongkatnya berubah menjadi seekor ular.</p>
<p>Berbeda dengan seorang wali dan karamahnya. Ia tidak diperintah memperkenalkan diri dan menampakkan karamahnya kepada orang lain, karena ia tidak diperintah untuk menyebarkan risalah agama. Hanya saja, seorang wali dianjurkan mengajak orang lain ke jalan Allah SWT. Kalau di tengah dakwahnya, ia membutuhkan suatu bukti, maka ia boleh minta diberi karamah, misalnya ketika Sunan Bonang dihadang oleh seorang preman, maka beliau menunjuk tangannya ke atas pohon, dengan izin Allah SWT si preman melihat buah pohon yang ada di atasnya berupa emas, sehingga ia tidak putus-putusnya memandang emas yang ada di atas pohon itu, sampai Sunan Bonang dapat meneruskan perjalanannya dengan lancar. Adapun buah pohon yang berubah menjadi emas adalah karamah Allah SWT yang diberikan kepada Sunan Bonang, sehingga beliau dapat selamat dalam perjalanannya.<span id="more-274"></span></p>
<p>Adapun karamah yang diberikan kepada al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad cukup banyak, sehingga kalau diungkapkan satu persatunya, maka akan membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga kami hanya mengungkapkan sebagian kecil saja, seperti yang dapat di baca di bawah ini:</p>
<p>Seorang sahabat dekat al-Habib Abdullah berkata: &#8220;Pada suatu kali aku terlilit hutang yang banyak dan aku tidak dapat melunasinya, karena aku tidak mempunyai uang. Ketika aku menyampaikan keluhanku kepada al-Habib Abdullah al-Haddad, maka beliau berkata: &#8216;Semoga esok pagi semua hutangmu dapat terlunasi.&#8217; Ternyata keesokan paginya, ada seorang lelaki memberiku sepuluh potong pakaian.Setelah aku<br />
menerimanya, kemudian akupun menjualnya, maka aku mendapat keuntungan yang lebih besar dari jumlah hutangku, semua itu adalah berkah karamah al-Habib Abdullah al-Haddad.&#8221;</p>
<p>Salah satu sahabat al-Habib Abdullah al-Haddad berkata:<br />
&#8220;Salah seorang yang sangat cinta kepada al-Habib Abdullah al-Haddad berkata: &#8216;Aku pernah dirampok sampai semua hartaku habis. Maka akupun mendatangi al-Habib Abdullah untuk meminta tolong dan minta do&#8217;a. Ketika aku akan pamitan, maka ia berkata kepadaku, semoga engkau mendapat ganti yang lebih bagus daripada hartamu yang dirampok. Tetapi bacalah setiap paginya &#8216;YA RAZZAK&#8217; sebanyak tiga ratus delapan puluh kali dan do&#8217;a sebagai berikut sebanyak empat kali:<br />
&#8220;Allahumma Aghninii Bichalaalika &#8216;An Charaamika, Wa Bithaa&#8217;atika &#8216;An Ma&#8217;shiyatika Wa Bifadhlika &#8216;Amman Siwaak.&#8221;</p>
<p>Maka dengan izin Allah SWA, lelaki itu kembali dalam keadaan yang lebih baik, karena hidupnya lebih baik dan hutang-hutangnya sudah terlunasi. Ia termasuk seorang yang shaleh, bertakwa dan wara&#8217;. Ia banyak mengerjakan amal-amal kebajikan, terutama saedekah. Ia sangat yakin kepada al-Habib Abdullah dan kepada orang-orang shaleh. Ia wafat di Kota Syibam pada tahun empat puluh. Semoga Allah SWT merahmatinya dan menempatkannya di surga-Nya yang sangat luas.&#8221;</p>
<p>Selain itu, asy-Syeikh Abdullah Syarahil menceritakan kisah asy-Syeikh Umar Bahmid sebagai berikut: &#8220;Ada seorang datang mengadu kepada al-Habib Abdullah tentang sakit perut dan darah yang banyak keluar dari duburnya, dan ketika itu aku ada di sisinya. Maka al-Habib Abdullah berkata kepadaku: &#8220;Wahai Bahmid, obatilah orang ini.&#8221; Maka aku memegang perutnya, kemudian aku meniupnya. Maka penyakit orang itu sembuh pada waktu itu juga. Kemudian penyakit orang itu berpindah kepadaku, sampai aku mengeluh kepada al-Habib Abdullah. Kemudian beliau memberi makanan kepadaku sambil mengusap perutku dengan tangannya yang mulia, maka dengan izin Allah SWT penyakitku segera sembuh pada waktu itu juga.&#8221;</p>
<p>Asy-Syeikh Abdullah Syarahil menuturkan, bahwa al-Habib Ahmad berkata kepadaku: &#8220;Aku diberitahu oleh al-Habib Ahmad, bahwa al-Habib Abdullah al-Haddad berkata kepadanya: &#8220;Aku melihat ada seorang yang mengeluh sakit gigi dan ia minta do&#8217;a kesembuhan darimu.&#8221;<br />
Maka aku berkata kepadanya: &#8220;Mengapa orang itu meminta do&#8217;a kepadaku, padahal engkau masih ada di dekatnya?&#8221;<br />
Lalu al-Habib Abdullah mengatakan kepadaku: &#8220;Laksanakan saja perintahku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu akupun segera melaksanakan perintahnya, hingga penyakit orang itu sembuh, tetapi rasa sakitnya berpindah pada diriku. Ketika aku menghadap kepada al-Habib Abdullah, maka beliau memberitahuku: &#8220;Pdnyakit orang itu sudah sembuh, tetapi rasa sakitnya pindah kepadamu.&#8221;<br />
&#8220;Memang aku merasakan sakitnya orang itu, namun segera hilang dengan berkahnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu masih ada lagi kisah karamah yang dialami oleh al-Habib Abdullah sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;Disebutkan bahwa ketika al-Habib Abdullah pergi menunaikan ibadah haji, maka ada seekor unta yang melompat-lompat karena emosi, sehingga tidak seorangpun yang berani mendekati dan menungganginya, karena lompatannya sangat keras. Ketika al-Habib Abdullah diberitahu tentang masalah itu, maka beliau mendatangi unta itu dan meletakkan tangannya di lehernya, maka dengan izin Allah SWT, maka unta itu menundukkan kepala kepadanya.&#8221;</p>
<p>Salah seorang sahabat dekat al-Habib Abdullah al-Haddad berkata:</p>
<p>&#8220;Aku diberitahu oleh salah seorang murid yang selalu mengikuti al-Habib Abdullah al-Haddad: &#8220;Pada suatu hari aku keluar untuk mengunjungi seorang syeikh yang dikenal oleh penduduk Kota Tarim dengan nama asy-Syeikh Maula ar-Rakah, dan aku kesana tanpa<br />
memberitahu kepada al-Habib Abdullah lebih dahulu, sehingga aku kesana dalam keadaan demam yang sangat keras. Aku berkata dalam diriku sendiri: &#8220;Mungkin penyakitku ini disebabkan aku tidak memberitahu kepada al-Habib Abdullah terlebih dahulu.&#8221;</p>
<p>Ketika aku mendatangi al-Habib Abdullah dan mengeluh kepadanya, maka al-Habib Abdullah mengusap badanku dengan tangannya yang mulia. Dengan izin Allah dan berkah al-Habib Abdullah penyakitku segera sembuh dan tidak meninggalkan bekas apapun pada tubuhku.&#8221;</p>
<p>Sumber: Mengenal Lebih Dekat al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=274&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/08/02/karamah-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fdde0827b8fea310933595c12c05b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfirqahannajiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manaqib Al-Imam Al-&#8217;Allamah Al-Habib Abdullah Bin Alawi Al-Haddad Shahibur Ratib, Bagian 02</title>
		<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/07/26/manaqib-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad-shahibur-ratib-bagian-02/</link>
		<comments>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/07/26/manaqib-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad-shahibur-ratib-bagian-02/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 23:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Barakwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahlul Bait]]></category>
		<category><![CDATA[Manakib]]></category>
		<category><![CDATA[al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Abdullah al-Haddad]]></category>
		<category><![CDATA[Imam al-Quthub]]></category>
		<category><![CDATA[imam Haddad]]></category>
		<category><![CDATA[manaqib]]></category>
		<category><![CDATA[Shahibur Ratib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/07/26/manaqib-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad-shahibur-ratib-bagian-02/</guid>
		<description><![CDATA[Di antara wirid al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad setiap harinya adalah kalimat &#8220;LAA ILAAHA ILLALLAH&#8221; sebanyak seribu kali. Tetapi di Bulan Ramadhan dibaca sebanyak dua ribu kali setiap harinya. Beliau menyempurnakannya sebanyak tujuh puluh ribu kali pada waktu enam hari &#8230; <a href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/07/26/manaqib-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad-shahibur-ratib-bagian-02/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=273&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di antara wirid al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad setiap harinya adalah kalimat &#8220;LAA ILAAHA ILLALLAH&#8221; sebanyak seribu kali. Tetapi di Bulan Ramadhan dibaca sebanyak dua ribu kali setiap harinya. Beliau menyempurnakannya sebanyak tujuh puluh ribu kali pada waktu enam hari di Bulan Syawal. Selain itu, beliau mengucapkan &#8220;LAA ILAAHA ILLALLAH AL-MALIKUL HAQQUL MUBIIN&#8221; sebanyak seratus kali setelah Shalat Dzuhur.</p>
<p>Al-Habib Abdullah berkata: &#8220;Kami biasa melakukan shalat al-Awwabin sebanyak dua puluh rakaat.&#8221;</p>
<p>Al-Habib Abdullah sering berpuasa sunnah, khususnya pada hari-hari yang dianjurkan, seperti Hari Senin dan Hari Kamis, hari-hari putih (Ayyamul baidh), Hari Asyura, Hari Arafah, enam hari di Bulan Syawal dan lain sebagainya sampai di masa senjanya. Beliau selalu<br />
menyembunyikan berbagai macam ibadah dan mujahadahnya, beliau tidak ingin memperlihatkannya kepada orang lain, kecuali untuk memberikan contoh kepada orang lain.<span id="more-273"></span></p>
<p>Selain di kenal sebagai ahli ibadah dan mujahadah, al-Habib Abdullah juga dikenal seorang yang istiqomah dalam ibadah dan mujahadahnya seperti yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. al-Habib Ahmad an-Naqli berkata: &#8220;al-Habib Abdullah adalah seorang yang sangat istiqamah dalam mengikuti semua jejak kakeknya, Rasulullah SAW.&#8221;</p>
<p>Dalam masalah ini, al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad berkata: &#8220;Kami telah mengamalkan semua jejak Nabi Muhammad SAW dan kami tidak meninggalkan sedikitpun daripadanya, kecuali hanya memanjangkan rambut sampai di bawah ujung telinga, karena Nabi SAW memanjangkan rambutnya sampai di bawah ujung kedua telinganya.&#8221;</p>
<p>Tentang kesabaran al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad, sejak masa kecil beliau sudah mengalami berbagai cobaan, diantaranya adalah ketika ia menderita penyakit cacar sampai kedua matanya tidak dapat melihat. Meskipun begitu, ia rajin mencari ilmu dan beribadah di masa kecilnya, hingga melakukan shalat sunnah seratus rakaat setiap paginya hingga Waktu Dzuhur tiba. Disebutkan bahwa ia selalu menyembunyikan berbagai cobaan yang dideritanya, sampai di akhir usianya. Dalam masalah ini beliau berkata kepada seorang kawan dekatnya:<br />
&#8220;Sesungguhnya penyakit demam di tubuhku sudah ada sejak lima belas tahun yang lalu dan hingga kini masih belum meninggalkan aku, meskipun demikian tidak seorangpun yang mengetahui penyakitku ini, sampaipun keluargaku sendiri.&#8221;</p>
<p>Tentang Tarekat al-Ba&#8217;alawi, al-Habib Abdullah mengatakan:<br />
&#8220;Tarekat kami adalah mengikuti tuntunan al-Qur&#8217;an dan as-Sunnah dan mengikuti jejak para salafunas shalihin di segala bidangnya.&#8221;</p>
<p>Al-Habib Abdullah kembali menjelaskan:<br />
&#8220;Kami tidak mengikuti tuntunan, kecuali tuntunan Allah SWT, tuntunan Rasul-Nya dan jejak al-Faqih al-Muqaddam. Dan tarekat orang-orang yang menuju kepada Allah SWT dan kami tidak membutuhkan tarekat selain tarekat ini. Para sesepuh kami al-Ba&#8217;alawi telah menetapkan sejumlah petunjuk bagi kami, karena itu kami tidak akan mengikuti petunjuk lain yang bertentangan dengan petunjuk mereka.&#8221;</p>
<p>Telah kami sebutkan bahwa di masa kecil beliau, al-Habib Abdullah mengerjakan shalat sunnah seratus rakaat setiap harinya setelah pulang dari rumah gurunya di waktu Dhuha. Karena itulah tidaklah mengherankan jika Allah SWT memberinya kedudukan sebagai &#8216;WALI AL-QUTHUB&#8217; sejak usianya masih remaja.</p>
<p>Disebutkan bahwa beliau mendapat kedudukan Wali al-Quthub lebih dari &#8216;ENAM PULUH TAHUN&#8217;. Beliau menerima libas atau pakaian kewalian dari al-&#8217;Arif Billah al-Habib Muhammad bin Alawi (Shahib Makkah). Beliau menerima libas tersebut tepat ketika al-Habib Muhammad bin Alawi wafat di kota Makkah pada tahun 1070 H. Pada waktu itu, usia al-Habib Abdullah 26 tahun. Kedudukan Wali al-Quthub itu beliau sandang hingga beliau wafat (1132 H). Jadi beliau menjadi Wali al-Quthub lebih dari &#8217;60 TAHUN&#8217;.</p>
<p>Beliau menuntut ilmu pada ulama&#8217;-ulama&#8217; di zamannya, diantaranya guru-guru beliau adalah: Sayyiduna Al-Quthub Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas, Al-Habib Al-&#8217;Allamah Agil bin Abdurrahman As-Segaf, Al-Habib Al-&#8217;Allamah Abdurrahman bin Syeikh Aidid, Al-Habib Al-&#8217;Allamah Sahl bin Ahmad Bahsin Al-Hudayli Ba&#8217;alawi, dan termasuk guru-guru beliau juga adalah Al-Imam Al-&#8217;Allamah guru besar kota Makkah Al-Mukarromah, Al-Habib Muhammad bin Alwi As-Segaf, dan masih banyak lagi guru-guru beliau yang lainnya.</p>
<p>Beliau memiliki banyak murid, diantara murid-murid belia adalah: Al-Habib Hasan bin Abdullah Al-Haddad (putera beliau sendiri), Al-Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi, Al-Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih, Al-Habib Umar bin Zain bin Smith, Al-Habib Muhammad bin Zain bin Smith, Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Bar, Al-Habib Ali bin Abdullah bin Abdurrahman As-Segaf, Al-Habib Muhammad bin Umar bin Thoha Ash-Shafi As-Segaf, dan masih banyak lagi murid-murid beliau.</p>
<p>Di antara karya-karya tulis al-Habib Abdullah adalah: ar-Risalah Adab as-Suluk al-Murid, ar-Risalatul al-Mu&#8217;awanah, an-Nafaais al-&#8217;Ulwiyah Fi al-Masailis as-Sufiyah, Sabiilul Iddikar, al-Ithaaf as-Saail, at-Tatsbiitul Fuaad, ad-Da&#8217;wah at-Taamah, an-Nasaih ad-Diiniyah, dan masih banyak lagi lainnya.</p>
<p>Dan termasuk wirid-wirid yang beliau susun diantaranya yang sangat terkenal adalah &#8216;Ratib Al-Haddad&#8217; yang beliau susun di malam Lailatul Qadr tahun 1071 H.</p>
<p>Beliau wafat hari Senin Malam Selasa tanggal 7 Dzulqa&#8217;dah 1132 H, dan di makamkan di pemakaman Zambal di kota Tarim-Hadhramaut-Yemen.</p>
<p>Semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang teramat luasnya dan meridhoinya serta memberi kita manfaat dan barokah beliau serta ilmu-ilmu beliau di dunia dan akhirat. Aamiin..</p>
<p>Sumber:<br />
-Mengenal Lebih Dekat al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad<br />
-Menyingkap Rahasia Dzikir &amp; Doa Dalam Ratib al-Haddad<br />
-www.kanghabaib.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=273&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/07/26/manaqib-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad-shahibur-ratib-bagian-02/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fdde0827b8fea310933595c12c05b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfirqahannajiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manaqib Al-Imam Al-&#8217;Allamah Al-Habib Abdullah Bin Alawi Al-Haddad Shohibur Ratib, Bagian 01</title>
		<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/07/18/manaqib-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad-shohibur-ratib-bagian-01/</link>
		<comments>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/07/18/manaqib-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad-shohibur-ratib-bagian-01/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 08:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Barakwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahlul Bait]]></category>
		<category><![CDATA[Manakib]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad]]></category>
		<category><![CDATA[imam Haddad]]></category>
		<category><![CDATA[Imamul Haddad]]></category>
		<category><![CDATA[manaqib]]></category>
		<category><![CDATA[manaqib Wali Quthub]]></category>
		<category><![CDATA[Shohibur ratib]]></category>
		<category><![CDATA[ulama' hadhramaut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/07/18/manaqib-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad-shohibur-ratib-bagian-01/</guid>
		<description><![CDATA[Al-Imam Al-&#8217;Allamah Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad, di lahirkan di Syubair di salah satu ujung Kota Tarim di provinsi Hadhramaut-Yemen pada tanggal 5 Safar tahun 1044 H. Beliau di besarkan di Kota Tarim dan di saat beliau berumur 4 tahun, &#8230; <a href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/07/18/manaqib-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad-shohibur-ratib-bagian-01/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=269&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Imam Al-&#8217;Allamah Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad, di lahirkan di Syubair di salah satu ujung Kota Tarim di provinsi Hadhramaut-Yemen pada tanggal 5 Safar tahun 1044 H. Beliau di besarkan di Kota Tarim dan di saat beliau berumur 4 tahun, beliau terkena penyakit cacar sehingga menyebabkan kedua mata beliau tidak dapat melihat.</p>
<p>Meskipun kedua mata beliau tidak dapat melihat sejak usia dini, beliau tetap tidak memutuskan gairahnya untuk menuntut ilmu-ilmu agama dan mengisi masa kecilnya dengan berbagai macam ibadah dan bertaqarrub kepada Allah SWT, sehingga mulai dari sejak usia dini, hidupnya sangat berkah dan berguna.</p>
<p>Ayah beliau, al-Habib Alawi bin Muhammad al-Haddad berkata:<span id="more-269"></span> &#8220;Sebelum aku menikah, aku berkunjung kerumah al-&#8217;Arif Billah al-Habib Ahmad bin Muhammad al-Habsyi di Kota Syi&#8217;ib untuk meminta do&#8217;a. Lalu al-Habib Ahmad menjawabku:<br />
&#8220;Awlaaduka Awlaadunaa Fiihim Albarakah&#8221;<br />
Artinya: &#8220;Putera-puteramu termasuk juga putera-putera kami, pada mereka terdapat berkah.&#8221;</p>
<p>Selanjutnya, al-Habib Alawi al-Haddad berkata: &#8220;Aku tidak mengerti arti ucapan al-Habib Ahmad itu, sampai setelah lahirnya puteraku, Abdullah dan berbagai tanda-tanda kewalian dan kejeniusannya.&#8221;</p>
<p>Semenjak kecil, al-Habib Abdullah al-Haddad telah termotivasi untuk menimba ilmu dan gemar beribadah. Tentang masa kecilnya, al-Habib Abdullah berkata: &#8220;Jika aku kembali dari tempat belajarku pada waktu Dhuha, maka aku mendatangi sejumlah masjid untuk melakukan shalat sunnah seratus rakaat setiap harinya.&#8221;</p>
<p>Kemudian untuk mengetahui betapa besar kemauan beliau untuk beribadah di masa kecilnya, al-Habib Abdullah menuturkannya sebagai berikut: &#8220;Di masa kecilku, aku sangat gemar dan bersungguh-sungguh dalam ibadah dan mujahadah, sampai nenekku seorang wanita shalihah yang bernama asy-Syarifah Salma binti al-Habib Umar bin Ahmad al-Manfar Ba&#8217;alawi berkata: &#8216;Wahai anak kasihanilah dirimu.&#8217; Ia mengucapkan kalimat itu, karena merasa kasihan kepadaku ketika melihat kesungguhanku dalam ibadah dan bermujahadah.&#8221;</p>
<p>Seorang sahabat dekat al-Habib Abdullah al-Haddad berkata: &#8220;Ketika aku berkunjung kerumah al-Habib Abdullah bin Ahmad Bilfagih, maka ia bercerita kepada kami: &#8216;Sesungguhnya kami dan al-Habib Abdullah al-Haddad tumbuh bersama, namun Allah SWT memberinya kelebihan lebih dari kami. Yang sedemikian itu, kami lihat hidup al-Habib Abdullah sejak masa kecilnya telah mempunyai kelebihan tersendiri, yaitu ketika ia membaca Surat Yasiin, maka ia sangat terpengaruh dan menangis sejadi-jadinya, sehingga ia tidak dapat menyelesaikan bacaan surat yang mulia itu, maka dari kejadian itu dapat kami maklumi bahwa al-Habib Abdullah telah diberi kelebihan tersendiri sejak di masa kecilnya.&#8221;</p>
<p>Al-Habib Abdullah sering berziarah kubur pada Hari Jum&#8217;at sore setelah melakukan shalat Ashar di masjid al-Hujairah. Selain itu, al-Habib Abdullah al-Haddad sering berziarah kubur pada Hari Selasa sore. Setelah usianya semakin lanjut dn dan kekuatannya semaki menurun, maka al-Habib Abdullah tidak berziarah pada Hari Jum&#8217;at dan Selasa seperti biasanya, adakalanya beliau berziarah pada Hari Sabtu dan hari-hari lainnya sebelum matahari naik.</p>
<p>Bersambung&#8230;</p>
<p>Sumber:<br />
-Mengenal Lebih Dekat al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad<br />
-Sarah Ratib Al-Haddad<br />
-www.kanghabaib.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=269&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/07/18/manaqib-al-imam-al-allamah-al-habib-abdullah-bin-alawi-al-haddad-shohibur-ratib-bagian-01/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fdde0827b8fea310933595c12c05b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfirqahannajiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Waliyah Besar Dan Sayyid kecil (Perihal Mahabbah Kepada Rasulullah SAW)</title>
		<link>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/06/04/kisah-seorang-waliyah-besar-dan-sayyid-kecil-perihal-mahabbah-kepada-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/06/04/kisah-seorang-waliyah-besar-dan-sayyid-kecil-perihal-mahabbah-kepada-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 06:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Barakwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta Rasulullah saw]]></category>
		<category><![CDATA[hubbun Nabi saw]]></category>
		<category><![CDATA[kisah hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabbah kepada Rasulullah saw]]></category>
		<category><![CDATA[Waliyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/06/04/kisah-seorang-waliyah-besar-dan-sayyid-kecil-perihal-mahabbah-kepada-rasulullah-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Syahdan, hiduplah seorang Waliyah (wali Allah perempuan) yang sangat ternama di zamannya dengan kecintaan beliau kepada Allah SWT. Sekali waktu beliau ini ditanyai orang: &#8220;Apakah engkau mencintai Rasulullah SAW, selain engkau juga cinta kepada Allah SWT?&#8221; jawab beliau: &#8220;Hatiku sudah &#8230; <a href="http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/06/04/kisah-seorang-waliyah-besar-dan-sayyid-kecil-perihal-mahabbah-kepada-rasulullah-saw/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=240&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syahdan, hiduplah seorang Waliyah (wali Allah perempuan) yang sangat ternama di zamannya dengan kecintaan beliau kepada Allah SWT.</p>
<p>Sekali waktu beliau ini ditanyai orang: <em>&#8220;Apakah engkau mencintai Rasulullah SAW, selain engkau juga cinta kepada Allah SWT?&#8221;</em> jawab beliau: <em>&#8220;Hatiku sudah dipenuhi cinta kepada-Nya dan tidak bisa mencintai selain-Nya.&#8221;</em><br />
Malamnya beliau bermimpi, mendengar suara dari Arsy:<br />
<span id="more-240"></span><em>&#8220;Wahai fulanah, engkau kami cintai, tapi bukan engkau yang paling kami cintai&#8221;.</em></p>
<p>Terkejutlah beliau didalam mimpinya dan beliau bertanya: <em>&#8220;Siapakah yang lebih dicintai dari diriku?&#8221;</em><br />
Didalam mimpinya beliau melihat seorang pemuda yang sedang lelap tertidur di pangkuan Baginda Rasulullah SAW.<br />
<em>&#8220;Dialah yang lebih kami cintai dari engkau, karena dia cinta kepada kekasih kami, dan kekasih kami pun cinta kepadanya, kami cinta kepadanya melebihi cinta kami kepada engkau&#8221;.</em></p>
<p>Terbangunlah waliyah ini dan di carilah olehnya pemuda ini.</p>
<p>Akhirnya si waliyah ini berjumpa dengan sang pemuda tadi, di lihatnya apa amal dan kerjanya, si pemuda ini rupanya hanyalah seorang sayyid miskin yang menjadi kuli di pasar, pulang dari pasar, dia merawat ibunya yang sakit, malamnya ia beribadat, itu saja.</p>
<p>Dihari yang kedua, di lihatnya si pemuda kembali bekerja di pasar, tapi di hari itu tidak ada yang menggunakan tenaganya, akhirnya dia pulang dengan tangan kosong. Waliyah ini mengikuti si pemuda sampai di depan rumahnya, tiba-tiba si pemuda menengadahkan tangannya ke langit dengan dengan tanpa berdoa dan berkata-kata, dengan seizin Allah SWT tiba-tiba ditangannya sudah di penuhi uang.</p>
<p>Di Hari yang ketiga, di lihatnya si pemuda ini tidak bekerja, ketika di cari-carinya ternyata sang pemuda terbaring sakit, kata si pemuda: <em>&#8220;Wahai fulanah, kemarilah!&#8221;.</em><br />
Berkata si sayyid miskin ini: <em>&#8220;Aku tahu engkau fudhul (usil ingin tahu) dengan diriku selama 3 hari ini, ketahuilah olehmu, cintamu itu sudah cacat bercela, engkau mencintai satu kekasih saja, kekasih yang lain tidak engkau cintai, jawablah aku, kekasih mana yang bisa meridhoimu?.&#8221;</em></p>
<p>Terkejutlah si Waliyah ini dan iapun sadar, bahwa si pemuda adalah soerang Wali Allah yang lebih utama dari dirinya. kemudian di dengarnya si pemuda bermunajah: <em>&#8220;Wahai kekasih, sudah terbuka rahasia antara kita berdua, tiada guna aku berlama-lama disini, jemputlah aku untuk berjumpa dengan-Mu.&#8221;</em> Lalu si pemuda menyebut: <em>&#8220;Allah&#8221;</em>, wafatlah beliau pada saat itu juga, si Waliyah inipun menangis tersedu-sedu dan menyadari kesalahannya.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001785962863&amp;refid=17&amp;_rdr#148833251852873">Al-Habib Rafiq bin Luqman Al-Kaff</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfirqahannajiah.wordpress.com/240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfirqahannajiah.wordpress.com&amp;blog=14505253&amp;post=240&amp;subd=alfirqahannajiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfirqahannajiah.wordpress.com/2011/06/04/kisah-seorang-waliyah-besar-dan-sayyid-kecil-perihal-mahabbah-kepada-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fdde0827b8fea310933595c12c05b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfirqahannajiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
