Kisah As-Syekh Ali Barasy Dan Gurunya, Sayyidina Al-Imam Al-Quthbul Anfas Al-Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Athas RA (Shahiburratib Al-Athas, Huraidhah – Hadhramaut – Yemen)

“Mencintai apa yang dicintai-Nya akan menyampaikan kita kepada cinta-Nya”

Habib Umar Al-Athas Ra berkata: “Siapapun yang mengirimkan fatehah kepadaku tanpa menyebutkan Syekh Ali Barasy, fatehahnya tidak akan ku terima”.
Karena sayangnya beliau dengan muridnya ini.

Sekali waktu, Syekh Ali sedang memijat gurunya ini. Waktu itu ada berkumpul murid-murid beliau yang lain, tiba-tiba datanglah seorang badwi, tanpa berkata-kata badwi ini mencium tangan beliau, kemudian pergi. Murid-murid beliau melihat kejanggalan ini bertanya kepada Habib Umar Al-Athas: “Siapakah orang badwi tadi? datang hanya untuk mencium tangan antum, kemudian pergi?”
Jawab beliau: “Itu adalah Nabi Khidhir As, beliau masih berada di pasar itu di dekat masjid itu, kalau kalian ingin menemuinya”. semua murid beliau dengan serta merta berhamburan mencari Nabi Allah Khidhir As, hanya satu orang yang masih tinggal menemani beliau, yaitu Syekh Ali Barasy.

Habib Umar bertanya kepada Syekh Ali: “Ya Ali kenapa engkau masih disini? tidak mencari Nabi Khidhir As?”
Jawab Syekh Ali: “Ya Habib Umar, Nabi Allah Khidhir As saja mencari antum, buat apa ana mencari Nabi Allah Khidhir As?”.

Demikianlah contoh: kecintaan yang benar terhadap orang yang benar, dan ditunaikan dengan cara yang benar.

Sumber:Habib Rafiq bin Luqman Al-Kaff

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Ahlul Bait, Kisah Hikmah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Kisah As-Syekh Ali Barasy Dan Gurunya, Sayyidina Al-Imam Al-Quthbul Anfas Al-Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Athas RA (Shahiburratib Al-Athas, Huraidhah – Hadhramaut – Yemen)

  1. Suryana Taufiq berkata:

    Masya Allaaah!!! Allahummarzuknaa mahabbatahum

  2. mr aldo berkata:

    entah kebetulan serupa atau ada kekeliruan, kalo yg pernah ane dengar bukan hb umar bin abdurrahman alathas dan syeh ali baros, melainkan aquthb hb alwi bin syihab dan muridnya alhabib hasan bin abdullah asyathiri ketika berkumpul dimasjid ba’alawy tarim. tapi ane denger ceritanya nabi khidir ga nyium tangan hb alwi, melainkan ngobrol dengan duduk yang sangat sopan. wallahua’lam.

  3. Barakwan berkata:

    Afwan sebelumnya, kisah beliau ana dapatkan dari sumber terpercaya yang tidak di ragukan lagi keilmuannya dan dapat di pertanggung jawabkan, kalau ada persamaan kisah, hal itu bisa saja terjadi atas kehendak Allah SWT. Yang pasti Habib Umar bin Abdurrahman Alathas dan Syekh Ali Barasy, Habib Alwy bin Shihab dan Habib Hasan bin Abdullah Asy-syatiri adalah orang-orang mulia yang wajib kita cintai..
    Afwan..

  4. samsul huda berkata:

    Mari kita ambil hikmahnya…..orang yang yakin dan mahabbah kepada syaikhnya…syaikhnya tidak akan melupakannya dan mencintainya melebihi dari muridnya….shalluu ‘alan nabiy…..

  5. mudha berkata:

    sungguh luar biasa ceritanya,dan kita bisa mengambil pelajaran dari ceritaini , untuk selalu mencintai guru-guru kita.

  6. anwar berkata:

    Apakah Nami khaidir masih hidup…kalau masih….apakah dia pernah berjumpa dengan rosullulloh…..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s